Miris! Kisah Guru Honorer Bergaji Rp 85.000 Sebulan di Pedalaman Flores NTT: Kami Mau Makan Apa?

Nasib itu dialami sembilan orang guru honorer yang mengabdi di SMPN 3 Waigete, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores.

Miris! Kisah Guru Honorer Bergaji Rp 85.000 Sebulan di Pedalaman Flores NTT: Kami Mau Makan Apa?
Tribunnews.com
Ilustrasi guru sedang mengajar 

Guru honorer tetap semangat meski bergaji rendah KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS

Dia menuturkan dirinya sudah dua tahun mengabdi jadi guru honor di sekolah itu.

Kata dia, sejak dirinya mulai mengajar dari tahun 2017 sampai sekarang, ia dan delapan guru lainnya diberi insentif sebesar Rp. 85.000 per bulan.

Menurut dia, besaran uang tersebut tidak bisa disebut gaji.

Baca: Habib Rizieq dan Yusril Saling Bantah, Awal Pernyataan Yusril hingga Jawaban PBB

Baca: Setelah Diusul SP3 oleh Kejati Aceh, Kini Kasus CT Scan RSUZA Jadi Bahan Korsup KPK

Baca: Brenton Tarrant, Teroris Penembakan Mesjid di Christchurch Dikenai 50 Tuduhan Pembunuhan

Tetapi lebih tepat namanya insentif untuk uang sabun.

"Kalau dilihat dari jumlah uang memang sangatlah kecil. Tetapi, kami tidak kecil hati dan kecewa. Bagi kami, masa depan anak-anak jadi hal utama. Itulah semangat kami," tutur Maria.

Lanjut dia, upah yang kecil malah menjadi pemacu untuk memberikan yang terbaik bagi anak didiknya.

"Kami tidak sedih. Meski kami harus utang di orang untuk menutupi kebutuhan keluarga setiap bulan. Kami juga harus berani meminjam ladang milik warga setempat untuk tanam padi atau pun jagung. Kalau tidak, kami makan apa. Uang dari sekolah sangat tidak cukup untuk kebutuhan keluarga," ungkap Maria.

Guru lain bernama, Fransiskus Serang mengaku persoalan upah kecil tidak menjadi persoalan untuk berhenti mengajar.

Menurutnya, pendidikan itu sangatlah penting bagi masa depan anak-anak.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved