Panwaslih: Sering tak Ada Saksi dan Bukti

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh juga angkat bicara terkait maraknya politik uang

Panwaslih: Sering tak Ada Saksi dan Bukti
FAIZAH, Ketua Panwaslih Aceh 

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh juga angkat bicara terkait maraknya politik uang atau money politics menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Aceh. Menurut Ketua Panwaslih Aceh, Faizah, pihaknya selaku unsur pada sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) selalu siap untuk menindak pelaku money politics.

Namun, Panwaslih Aceh, kata Faizah, terkendala dalam mengungkap kasus-kasus tersebut lantaran tidak ada saksi dan bukti yang cukup kuat dalam kasus-kasus yang pernah ditemukan dan dilaporkan kepada Panwaslih.

“Selama ini kalau ada indikasi money politics ya kita tindak lanjuti, laporan, dan temuan juga kita tindak lanjuti. Tapi ketika ini jadi temuan, beratnya di kita adalah mendapatkan saksi dan bukti, makanya kemudian dihentikan karena tidak cukup saksi dan bukti,” kata Faizah kepada Serambi tadi malam.

Faizah mengakui akan kesulitan, jika ada temuan money politics yang dilakukan oleh caleg tertentu atau partai politik tertentu, lalu tidak ada saksi apalagi tidak ada alat bukti. Oleh sebab itu, kasus-kasus demikian sering kandas, meski Gakkumdu juga melakukan klarifikasi terhadap kasus dimaksud.

“Ya selama ini kita juga ada melakukan klarifikasi, tapi biasanya tidak cukup saksi. Karena masyarakat tidak mau melapor, tidak mau ketika itu jadi temuan, mereka juga tidak mau jadi saksi,” katanya.

Atas semua kasus yang pernah ditemukan dan dilaporkan, kata Faizah, pihaknya hanya sampai pada tahapan klarifikasi. Jika pun ada indikasi pidana akan diselesaikan lewat Gakkumdu. “Pertama dilakukan klarifikasi, kalau ada indikasi pidana diselesaikan lewat Gakkumdu. Di situ nanti kita lihat unsur-unsur itu, apakah ini terpenuhi atau tidak,” pungkas Faizah. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved