Tahun Ini, Semua CJH Aceh Ditempatkan di Satu Lokasi

Pada musim haji tahun ini, semua Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh selama berada di Tanah Suci akan ditempatkan

Tahun Ini, Semua CJH Aceh Ditempatkan di Satu Lokasi
Kolase/IST
Kakanwil Kemenag Aceh, HM Daud Pakeh 

BANDA ACEH - Pada musim haji tahun ini, semua Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh selama berada di Tanah Suci akan ditempatkan pada satu lokasi yaitu di kawasan Syisyah. Wilayah tersebut terdiri atas beberapa sektor dengan jarak ke Masjidil Haram 2,855 sam 3 kilometer.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs HM Daud Pakeh, dalam siaran pers yang diterima Serambi, Selasa (2/4), menjelaskan, sesuai Keputusan Dirjen (Kepdirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 135 Tahun 2019 tentang Penempatan Jamaah Haji Indonesia dengan Sistem Zonasi Berdasarkan Asal Embarkasi Tahun 1440H/2019M, ada tujuh wilayah penempatan CJH untuk 13 Embarkasi Haji Indonesia.

Sebelum pemberlakukan sistem zonasi, menurutnya, CJH asal Aceh dan provinsi lain ditempatkan secara menyebar ke berbagai wilayah melalui pengundian (qurah), termasuk wilayah Syisyah. Namun, pada tahun ini tidak ada lagi qurah di tingkat nasional. “Penempatan 11 kloter jamaah haji Aceh tahun ini semuanya di Syisyah,” ujarnya.

Disebutkan, keuntungan penempatan CJH di satu wilayah antara lain, jamaah Aceh tinggal di tempat yang berdekatan sehingga memudahkan untuk berkomunikasi antar kelompok terbang (kloter), pelayanan petugas kloter akan lebih maksimal, dan petugas dapat berbagi pengalaman dalam melayani. “Selain itu juga memudahkan penyaluran kompensasi dana wakaf Baitul Asyi oleh nazir wakaf karena jamaah terkonsentrasi di satu wilayah,” rinci Daud Pakeh.

Sesuai Lampiran Kepdirjen PHU Tanggal 26 Maret 2019, tambahnya, selain CJH Aceh, jamaah dari empat embarkasi lain yaitu Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDO), dan Embarkasi Makassar (UPG) juga ditempatkan di wilayah Syisyah yang terletak di timur laut Masjidil Haram.

Selebihnya, dalam Kepdirjen PHU yang ditandatangani Prof Dr H Nizar Ali MA itu, Embarkasi Palembang (PLM) dan Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (CGK) zonasinya di Raudhah, Jakarta-Bekasi (CGK) di Misfalah, Embarksi Solo (SOC) di Jarwal, Embarkasi Surabaya (SUB) di Mahbas Jin, Embarkasi Banjarmasin (BDJ) dan Embarkasi Balikpapan (BPN) di Rei Bakhsy, serta Embarkasi Lombok (LOP) di Aziziah.

“Mulai tahun ini selain penempatan CJH berdasarkan embarkasi, tahapan pemvisaan juga disyaratkan dengan proses rekam biometrik terlebih dulu, serta penyusunan kloter berbasiskan kecamatan atau KUA,” tutup Daud Pakeh.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved