Teroris Penembak Jamaah Masjid di Selandia Baru Disebut Jadi Donatur Kelompok Sayap Kanan Eropa

Dilansir AFP, teroris asal Australia itu disebut telah membuat empat kali sumbangan dengan total donasi mencapai 2.200 euro atau sekitar Rp 34 juta.

Teroris Penembak Jamaah Masjid di Selandia Baru Disebut Jadi Donatur Kelompok Sayap Kanan Eropa
POOL New via Sky News
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. (POOL New via Sky News) 

SERAMBINEWS.COM, CHRISTCHURCH - Teroris pelaku penembakan di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan hingga 50 orang disebut beberapa kali memberi sumbangan untuk aktivis sayap kanan di Eropa yang dikenal anti-imigrasi.

Diberitakan surat kabar harian Austria, Der Standard, Kamis (4/4/2019), pelaku yang akan menghadapi 50 dakwaan pembunuhan dalam persidangan pada minggu ini itu telah memberikan donasi pada 2017 dan 2018.

Informasi tersebut disampaikan sumber keamanan dari Jerman dan Austria yang mengetahui perkembangan proses penyelidikan terhadap Brenton Tarrant.

Dilansir AFP, teroris asal Australia itu disebut telah membuat empat kali sumbangan dengan total donasi mencapai 2.200 euro atau sekitar Rp 34 juta.

Sumber yang dikutip surat kabar menyebutkan bahwa uang itu dikirimkan ke kelompok Generation Identitaire di Perancis.

Kendati demikian, intelijen domestik Austria masih menyelidiki apakah jumlah tersebut dikirimkan kepada kelompok itu di satu negara, atau juga ke cabang di negara lain.

Sementara pada 2018, Tarrant disebut juga menyumbang senilai 1.500 euro (sekitar Rp 23 juta) untuk Martin Sellner, pemimpin Gerakan Identiter Austria (IBOe).

Pekan lalu, petugas menggerebek apartemen milik Sellner usai mengetahui informasi sumbangan itu dan telah diakuinya.

Namun dia membantah telah berhubungan dengan pelaku.

Pemerintah Austria kini tengah menyelidiki apakah IBOe merupakan organisasi teroris dan mengancam dapat membubarkannya.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved