VIDEO - Dua Kali Berhasil Seludupkan Ganja ke Riau, MA Akhirnya Ditangkap Polisi di Bireuen

Bersama MA polisi menyita 23 bal ganja yang sudah dibalut lakban kuning dengan berat semuanya mencapai 24,128 Kg.

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Aparat Kepolisian Sektor Gandapura, Bireuen, mengamankan dua tersangka kurir ganja bersama barang bukti ganja seberat 24,128 kilogram (23 bal).

Dua tersangka itu berinisial MA (17), warga Kecamatan Makmur dan MG (20), warga Kecamatan Gandapura, Bireuen.

Kapolsek Gandapura, Ipda Melisa, dalam jumpa pers, Rabu (3/4/2019) mengatakan, keduanya ditangkap di dua lokasi terpisah dalam waktu yang berbeda.

Awalnya, tim Opsnal Polsek Gandapura menangkap tersangka MA, saat menunggu mobil penumpang umum, di Desa Keude Lapang, Gandapura, tepatnya di pinggir jalan nasional Medan-Banda Aceh, pada Senin (25/3/2019) sekira pukul 02.30 WIB dini hari.

Baca: Setahun Hasilkan 44 Judul Buku, Rektor Apresiasi Sulaiman Tripa

Baca: Cekik Bayi yang Diasuhnya hingga Tewas, Babysitter Ini Mengaku Hanya Ingin Menidurkannya Saja

Baca: Senator H. Fachrul Razi MIP, Sosok Pengawal dan Pengawas Dana Desa di Senayan

Bersama MA polisi menyita 23 bal ganja yang sudah dibalut lakban kuning dengan berat semuanya mencapai 24,128 Kg.

Barang haram tersebut ditemukan dalam sebuah kardus berisi 15 bal, dan dalam dua tas berisi 8 bal ganja. Selain itu polisi juga mengamankan dua unit handphone.

Atas pengembangan tersangka MA, anggota berhasil menangkap tersangka MG (20), di sebuah rumah kawasan Gandapura, pada Senin (25/3/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

MG merupakan residivis kasus ganja dan pernah menjalani hukuman di Lapas Tanjung Gusta Medan Sumatera Utara.

Sedangkan MA sudah dua kali berhasil lolos membawa ganja ke Pekanbaru, Riau.

“Dari keterangan kedua tersangka MA dan MG, ganja itu diperoleh mereka dari seseorang, warga Kecamatan Sawang, Aceh Utara, untuk dibawa ke Pekanbaru yang sudah menunggunya,” terang Kapolsek.

Mereka mendapat upah Rp 400.000 per kilogram, sehingga upah seluruhnya jika tiba di Pekanbaru mencapai Rp 9.200.000. “Keduanya mengaku tergiur dengan upah yang mencapai Rp 9,2 juta,” ujar Ipda Melisa.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini mendekam dalam Sel Mapolsek Gandapura.

“Mereka terjerat pasal 111 ayat 2 jo 114 ayat 2 jo 115 ayat 2 jo 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun atau seumur hidup,” demikian Kapolsek Gandapura.

NARATOR: ILHAM

EDITOR: HARI MAHARDHIKA

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved