Hakim Tolak Eksepsi, Sidang ‘Video Mirip Sinterklas’ Lanjut

Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe Kamis kemarin kembali menggelar sidang ketiga kalinya

Hakim Tolak Eksepsi, Sidang ‘Video Mirip Sinterklas’ Lanjut
IST
TERDAKWA penyebaran video Cawapres Ma’ruf Amin berpakaian mirip Sinterklas disidangkan di PN Lhokseumawe, Rabu (27/3). 

LHOKSEUMAWE - Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe Kamis kemarin kembali menggelar sidang ketiga kalinya untuk perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat Natal dan mengenakan pakaian mirip Sinterklas.

Sidang lanjutan dengan terdakwa Safwan (31), warga Nisam, Aceh Utara, ini berisi agenda pembacaan nota pendapat jaksa penuntut umum (JPU) terhadap eksepsi (tangkisan/pembelaan) kuasa hukum terdakwa yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya.

Seusai jaksa membacakan nota pendapatnya, majelis hakim dalam putusan selanya menolak eksepsi kuasa hukum, lalu sidang dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara.

Sidang yang dipimpin Estiono yang didampingi dua hakim anggota, Azhari dan Sulaiman, dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah sidang dibuka, hakim langsung meminta Jaksi Fakhrillah dan Al Muhazir membacakan nota pendapat terhadap eksepsi kuasa hukum terdakwa. Dalam nota pendapat setebal lima halaman itu jaksa menguraikan bahwa eksepsi dari kuasa hukum terdakwa keliru. Pertama, terkait lokasi sidang yang digelar di PN Lhokseumawe bukan di PN Aceh Utara, sesuai domisili terdakwa, menurut jaksa sudah tepat di PN Lhokseumawe. Alasannya, karena keberadaan para saksi sangat dekat dengan PN Lhokseumawe. Saksi ahli di Bireuen dan Dewantara, Aceh Utara, serta tiga saksi lainnya berdomisili di Kota Lhokseumawe.

Selanjutnya, dalam eksepsi dipersoalkan kalau perkara ini seharusnya adalah delik aduan, sehingga harus ada pelaporan terlebih dahulu dari pihak yang dirugikan. Namun, menurut jaksa, dalam perkara ini, pihaknya tidak mendakwakan dengan perkara delik aduan. Yang didakwakan justru berupa perkara manipulasi data elektronik atau dokumen elektronik yang bisa menimbulkan kebencian.

Selanjutnya, dalam eksepsi disebutkan bahwa dakwaan kabur. Menurut jaksa, semua dakwaan sudah memenuhi syarat, baik secara formil dan materiel. Jadi, jaksa pun meminta majelis hakim membatalkan eksepsi kuasa hukum terdakwa.

Seusai jaksa membacakan nota pendapatnya, maka sidang diskors sekitar 15 menit. Saat sidang dibuka kembali, maka dalam putusan selanya, majelis hakim menolak eksepsi dari kuasa hukum terdakwa, dan sidang dilanjutkan ke pokok pemeriksaan perkara. Lalu sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada Senin (8/4) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sebagaimana diketahui, dalam dakwan jaksa pada persidangan pertama dijelaskan bahwa terdakwa pada 24 Desember 2018, men-download video dari sebuah akun facebook tentang sosok Ma’ruf Amin mengucapkan selamat Natal dan mengenakan baju/atribut pelaksanaan Natal menyerupai Sinterklas. Selanjutnya, video berdurasi 13 detik itu diedit dan digabungkan dengan video ceramah Habib Assegaf tentang larangan bagi orang muslim mengucapkan selamat Natal.

Lalu, video yang sudah digabungkan tersebut di-upload oleh terdakwa ke akun Youtube atas nama DS Youtube dengan judul, “Ma’aruf Amin Resmi Menjual Imam Demi Jabatan”.

Selanjutnya, pada 26 Desember 2019 terdakwa pun ditangkap tim Polres Lhokseumawe untuk diproses secara hukum. (bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved