8 Penderita Difteri Meninggal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh menyatakan, jumlah warga Aceh yang meninggal dunia karena terjangkit penyakit difteri

8 Penderita Difteri Meninggal
Serambi Indonesia
Dinas Kesehatan Sosialisasi Cegah tidak Meluas Difteri di Aceh Barat 

* Selama Dua Tahun Terakhir

MEULABOH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh menyatakan, jumlah warga Aceh yang meninggal dunia karena terjangkit penyakit difteri (peradangan tenggorokan) sebanyak 8 orang selama dua tahun terakhir. “Pada tahun 2018, yang meninggal 3 orang dan tahun 2017 sebanyak 5 orang,” kata Kadis Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr Hanif kepada Serambi, Jumat (5/4).

Hanif mengungkapkan itu di sela-sela menghadiri sosialisasi pencegahan terhadap meluasnya penyakit difteri di Aceh Barat yang dipusatkan di Musalla MTs Harapan Bangsa (HBS) Meulaboh, Aceh Barat. “Sedangkan tahun 2019, jumlah warga Aceh yang terjangkit sesuai data dari masing-masing kabupaten sebanyak 26 orang,” imbuhnya.

Hanif menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah pencegahan dini, salah satunya dengan cara sosialisasi kepada masyarakat sehingga mereka mawas diri dalam mengantisipasi serangan difteri. Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun dinasnya, penderita difteri pada tahun 2017 jumlahnya 113 orang, tahun 2018 warga terjangkit sebanyak 200 orang, dan hingga Maret 2019 sudah mencapai 26 orang.

“Harapan kita, ke depan tidak ada lagi penambahan warga yang terjangkit difteri. Untuk itu, upaya pencegahan terus kita lakukan bersama pihak dinkes kabupaten/kota di Aceh,” ujarnya.

Dilanjutkan Kadinkes Aceh, selain sosialisasi, pihaknya juga melakukan pemberian obat kepada warga yang terjangkit difteri serta mengencarkan program imunisasi atau vaksinasi kepada masyarakat yang belum terjangkit. Dengan pemberian vaksin maka warga akan kebal terhadap serangan penyakit difteri sehingga orang-orang terdekat jadi aman lantaran penyakit itu bisa menular. “Makanya imunisasi ini sangat penting diberikan kepada warga, khususnya untuk anak usia 1 hingga 19 tahun,” tukasnya.

Disebabkan kuman
Pada bagian lain, dokter spesialis anak RSUD Cut Nyak Dhien, dr Haris SpA yang menjadi pemateri dalam sosialisasi itu mengungkapkan, difteri disebabkan oleh kuman corynebacterium diphtheria dan sangat mudah menular serta berbahaya karena bisa menyebabkan kematian.

“Tentu penyebabnya bisa jadi karena cakupan imunisasi rendah, adanya gerakan antiimunisasi, dan imunisasi tidak lengkap. Penyakit ini dapat dicegah, salah satunya melalui imunisasi dan pemberian vaksin, sedikitnya seseorang itu harus menerima 6-7 kali dalam hidupnya,” ulas dia.

Sedangkan, dokter Puskesmas Suak Ribee, dr Suhada yang juga jadi narasumber menambahkan, vaksin yang diberikan bukan saja kepada warga tetapi juga untuk petugas medis yang menangani pasien positif terjangkit difteri. Ini agar suoaya petugas medis tidak tertular penyakit tersebut.

Pencegahan Difteri Disosialisasikan
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat pada Jumat (5/4), mengadakan sosialisasi pencegahan difteri yang dihadiri Kadinkes Aceh Barat, TR Ridwan, dan Kadinkes Aceh, dr Hanif, dengan pemateri dari RSUD Cut Nyak Dhien, dr Haris Marta Saputra SpA, serta dr Suhada dari Puskesmas Suak Ribee. Turut hadir, Abu Bakar dari MPU, Kasi Pendidikan Kemenag Aceh Barat, Suhadi SAg, Kepala MTs HBS, kepala MIN 11, serta puluhan peserta yang merupakan wali siswa MTs HBS dan MIN 11 Aceh Barat.

Kadinkes Aceh Barat, TR Ridwan mengatakan, dalam tahun 2019 ini, telah ditemukan 4 warga yang terjangkit difteri di kabupaten tersebut. Meski warga tersebut sudah sembuh, ulasnya, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan agar wabah difteri meluas.

“Langkah yang perlu dilakukan adalah memberikan imunisasi difteri kepada masyarakat. Rencananya, pekan depan, kita akan vaksin siswa dan warga sekitar lingkungan penduduk yang terjangkit difteri tersebut,” ungkapnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved