Awak Truk Protes Kenaikan Harga Pasir dan Batu

Para awak truk di Kabupaten Bener Meriah memprotes kenaikan harga material galian C (pasir dan batu) yang dilakukan sepihak oleh pengusaha

Awak Truk Protes Kenaikan  Harga Pasir dan Batu
IST
Proses pembangunan Masjid Baiturrahman Alwaliyah di Keumumu Hulu, Kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan. 

REDELONG - Para awak truk di Kabupaten Bener Meriah memprotes kenaikan harga material galian C (pasir dan batu) yang dilakukan sepihak oleh pengusaha. Aksi protes tersebut diwujudkan dalam bentuk aksi mogok.

Koordinaator sopir dump truck Bener Meriah, Adi Jablay, kepada Serambi, Jumat (5/4), menyebutkan, besaran kenaikan material galian C cukup tinggi, mencapai sekitar 30 persen. “Sebenarnya kami tidak mempermasahkan hal ini, karena tidak terlalu berimbas. Imbas paling besar itu dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Akibat kenaikan harga material, lanjutnya, membuat daya beli masyarakat semakin menurun, sehingga ikut mempengaruhi proses pembangunan di Bener Meriah. Apalagi soal harga ini juga diatur oleh Pemkab.

Untuk itu, ia mendesak Pemkab Bener Meriah melakukan tindakan tegas dengan memberi sanksi berupa pencabutan izin usaha bagi pengusaha galian karena tidak mentaati peraturan tersebut.

Pihaknya dan para sopir truk lain ia katakan telah melakukan audiensi dengan Pemkab Bener Meriah. Hasilnya, Pemkab meminta kepada pengusaha untuk menjual material sesuai dengan harga lama, sampai tanggal 20 April 2019 mendatang.

“Jadi Pemkab meminta kepada pengusaha untuk mengembalikan harga material seperti semula sampai tanggal 20 April ini. Kemudian kami diminta menunggu sampai dilakukan pengkajian oleh pemerintah,” ungkap Adi Jablay.(c51)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved