Permintaan Bumbu Masak Aceh Meningkat

Permintaan bumbu masak aceh ‘Meurasa’ yang diproduksi di Jalan Rama Setia, Desa Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh

Permintaan Bumbu Masak Aceh Meningkat
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Kuah Belangong 

BANDA ACEH - Permintaan bumbu masak aceh ‘Meurasa’ yang diproduksi di Jalan Rama Setia, Desa Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, terus meningkat. Selain memenuhi permintaan di wilayah Aceh dan ke sejumlah provinsi di Indonesia, bumbu masak aceh juga sudah dikenal hingga ke luar negeri yang dibawa sendiri oleh pelanggan atau dikirim langsung ke Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Korea, Hongkong, Arab Saudi, Turki, Prancis, Amerika, Australia, Inggris, dan Texas.

“Ada permintaan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk konsumsi jamaah haji dan umrah sebanyak puluhan ton untuk satu tahun. Namun belum mampu kita penuhi, sebab kemampuan produksi kita sangat kecil. Pasar lokal saja belum mampu kita penuhi dengan maksimal,” kata Owner Bumbu Masak Meurasa, Edi Sandra kepada Serambi, Jumat (5/4).

Menurutnya, yang menjadi kendala saat ini yaitu modal, mesin dan bangunan untuk pabrik, sehingga pihaknya belum mampu memenuhi permintaan pasar lokal dan nasional secara menyeluruh.Ia berharap agar hal ini dapat menjadi perhatian dinas terkait, berupa bantuan modal usaha dan mesin untuk UMKM yang potensial. “Pasar terbesar itu adalah masyarakat kita sendiri, harusnya produk-produk UMKM dapat menjadi produk unggulan di negerinya sendiri,” kata Edi Sandra yang merintis usaha bumbu masak aceh ‘Meurasa’ ini sejak 2016 bersama istrinya, Darfina.

Edi Sandra menyebutkan, ada tujuh macam bumbu masak aceh yang sudah diproduksi yakni mi aceh, masak merah, kari aceh, masak puteh, gulai aceh, ayam tangkap, dan nasi goreng aceh.

Ia mengatakan, bumbu-bumbu masak tersebut awalnya digiling basah kemudian dimasak selama 4-5 jam dengan suhu 80-90 derajat celsius kemudian digiling halus dan dimasukkan ke dalam kemasan. “Yang kita produksi ini merupakan bumbu kering dan sudah mendapatkan label halal dari MPU dan sertifikasi SNI. Insyaallah sebelum bulan Ramadhan, kita coba akses BPOM,” ujarnya.

Dikatakan, satu sachet mi aceh bisa untuk memasak setengah kilogram mi kuning atau tiga bungkus mi instan. Apabila ingin lebih kental maka takaran mi-nya dikurangi dari takaran standar tersebut. Sementara bumbu masak lainnya per sachet bisa untuk memasak setengah hingga satu ekor ayam.

Beberapa swalayan di Banda Aceh juga sudah ada yang menjual bumbu masak aceh Meurasa ini dengan harga Rp 6.500-Rp 7.000 per sachet. Sedangkan per kotak dengan jumlah 10 sachet dijual Rp 65.000.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved