UAS Serukan Senam Diganti dengan Pengajian

Dai kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad Lc MA, menyerukan kepada instansi pemerintah dan swasta yang masih mengadakan senam pada setiap Jumat

UAS Serukan Senam  Diganti dengan Pengajian
IST
Ustad Abdul Somad berceramah di Lapangan Sepakbola Kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara dalam kondisi hujan, Jumat (5/4). 

LHOKSUKON - Dai kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad Lc MA, menyerukan kepada instansi pemerintah dan swasta yang masih mengadakan senam pada setiap Jumat pagi agar menggantinya dengan pengajian atau membaca Yasin. Sebab, menurut dai yang akrab disapa dengan UAS ini, senam yang dipimpin wanita--apalagi memakai celana sempit--dapat menimbulkan pikiran negatif bagi laki-laki yang mengikutinya di belakang. Sedangkan senam dapat dilakukan di rumah masing-masing.

Demikian antara lain disampaikan UAS saat mengisi tablig akbar dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah di Lapangan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Jumat (5/4) pagi. Meski hujan gerimis turun sejak awal acara, tapi ribuan masyarakat yang hadir ke lapangan itu tetap antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan penceramah. “Kalau demikian senamnya, maka di dalam jiwa yang sehat terdapat otak yang gatal,” ujar UAS yang disambut gelak tawa para jamaah.

Ustaz Somad juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum (pemilu), 17 April mendatang. “Pilihlah mereka yang kita yakini nanti akan mampu melahirkan qanun syariah sehingga bisa menjaga generasi muda dari perbuatan mungkar. Coba kita lihat sekarang, di warnet banyak anak-anak lalai dengan game. Ini tak mungkin bisa dicegah dengan ceramah, tapi harus dengan kekuasaan,” katanya.

UAS juga mengajak masyarakat untuk tidak memilih pemimpin yang melakukan praktik politik uang (money politics). Sebab, sambungnya, politik uang termasuk sogokan atau suap-menyuap yang dilarang dalam agama Islam. “Jika ada yang nyumbang uang atau sembako dan kemudian diminta untuk mencoblosnya, ambil uang atau sembakonya. Tapi, jangan coblos orangnya,” ungkap Abdul Somad. Uang atau barang-barang lain tersebut, menurutnya, dapat disumbang ke pasantren atau tempat ibadah lainnya.

UAS juga mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam membangun dayah atau pesantren, supaya ada tempat belajar ilmu agama bagi generasi muda. Hal itu, menurutnya, merupakan bagian dari usaha mempersiapkan generasi yang islami. “Membangun masjid penting, tapi membangun dayah atau pesantren jauh lebih penting. Sebab, itu akan membantu menjadikan generasi kita menjadi generasi yang islami,” katanya.

Karena gerimis, dari awal sampai akhir berceramah UAS dipayungi oleh moderator Tgk Nasruddin yang juga Ketua Forum Santri Indonesia (FSI) Aceh Utara. Bahkan, UAS sempat berceramah di bawah guyuran hujan lebat sekitar 10 menit. Sebab, masyarakat tetap ttak beranjak dari tempat duduknya. Karena melihat banyak ibu-ibu yang membawa anak kecil ke lokasi tablig tersebut, sementara hujan terus berlanjut, maka Ustaz Abdul Somad kemudian mengakhiri tausiahnya.

Jamaah Membeludak
Sementara pada siangnya, Ustad Abdul Somad menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe. Kehadiran UAS membuat jamaah Jumat di masjid tersebut membeludak hingga ke luar. Pantauan Serambi, mulai pukul 11.30 WIB, jamaah mulai berdatangan ke Masjid Islamic Center. Bahkan, hingga menjelang masuk jadwal khutbah, jamaah makin bertambah ramai. Kendaraan jamaah baik sepeda motor maupun mobil tampak memenuhi halaman masjid itu.

Saat khutbah dimulai, jamaah masih terus berdatangan. Karena itu, beberapa pengurus masjid kemudian mengeluarkan ambal cadangan untuk dibentangkan di teras samping kanan masjid. Sehingga jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam masjid, tetap dapat melaksanakan shalat Jumat.

Dalam khutbahnya, UAS sempat menyinggung sejumlah dosa besar dan terkait kewajiban shalat Jumat bagi pria muslim. Pada sore harinya, UAS melakukan sharing session di Station Coffe Premium Lhokseumawe.

Bireuen
Sementara pada Kamis (4/4) malam, Ustaz Abdul Somad, juga mengisi tausiah pada peringatan Isra Mikraj di Kompleks Masjid Besar Al Ikhlas, Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala, Bireuen. Ribuan masyarakat tumpah ruah ke halaman masjid itu. Pengunjung yang datang harus memarkirkan kendaraannya sekitar 500 meter dari lokasi acara dan kemudian berjalan kaki ke arena dakwah.

Ketua Panitia, Tgk Ibrahim Muhammad, mengatakan, gagasan untuk menghadirkan UAS ke Kecamatan Kuala merupakan masukan dari Pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid setempat. Setelah disepakati, menurutnya, pengurus remaja masjid berkoordinasi dengan Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Fadhil Rahmi selaku pendamping UAS selama di Aceh.

“Alhamdulillah, Ustaz Abdul Somad merespons baik dan bersedia mengisi ceramah dalam rangka memperingati Isra Mikraj di Masjid Besar Al Ikhlas Cot Batee,” kata Tgk Ibrahim.(jaf/bah/c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved