Warga Desa Asan Tolak Pj Keuchik

Seratusan warga Desa Asan, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, menggelar aksi penolakan pelantikan penjabat (pj) keuchik

Warga Desa Asan Tolak Pj Keuchik
IST
Camat Darussalam, Zia Ul Azmi menyematkan tanda jabatan kepada Pj Keuchik Tanjung Selamat, Husaini Abdullah, Senin (24/9/2018). 

LHOKSUKON - Seratusan warga Desa Asan, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, menggelar aksi penolakan pelantikan penjabat (pj) keuchik. Sebuah tekenan dukungan penolakan terpampang di spanduk yang dipasang di meunasah setempat sejak Kamis (4/4) lalu. Sementara camat bersikukuh untuk segera melantik Pj keuchik yang sudah di-SK-kan itu.

Sebelumnya warga sudah menyurati Camat Samudera dan juga mendatangi kantor camat untuk menyampaikan hal serupa. Informasi yang diperoleh Serambi, pada 1 April 2019 warga mendatangi kantor camat untuk meminta camat membatalkan nama T Ibrahim yang sudah diusulkan sebagai Pj keuchik oleh tuha peut.

T Ibrahim diusulkan sebagai Pj, karena keuchik sebelumnya H Mustafa Puteh sudah habis masa jabatan beberapa waktu silam. Para pemrotes meminta agar penunjukan Pj harus melalui musyawarah bersama.

Untuk menunjukkan bukti kekompakan, warga pun satu per satu datang ke meunasah untuk meneken spanduk yang berisi penolakan. Di spanduk tersebut juga ditulis ‘pecat tuha peut.’ Spanduk ini dibuat untuk konsolidasi, mengingat pihak kecamatan kurang memberikan respons sesuai harapan warga. “Sudah tiga kali kami menyurati camat untuk meminta dibatalkan pelantikan penjabat keuchik, tapi belum ada respons apa pun,” kata Kepala Dusun Hasan Basri kepada Serambi, kemarin.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Pemuda, Zikri. “Kami berharap dalam pekan ini atau ke depan tidak terjadi pelantikan Pj keuchik. Sebab, meski keuchik lama sudah berakhir masa jabatan, tapi sudah ditunjuk Pelaksana Harian (Plh), sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan,” ujar Zikri.

Sementara itu Ketua Tuha Peut Asan Wahidin kepada Serambi menyebutkan, sudah mengadakan musyawarah di meunasah setempat saat penunjukan Pj keuchik. Sayangnya, kata Asan Wahidin, kala itu tidak ada warga yang memprotesnya. “Di desa kami ada empat orang PNS. Dari jumlah itu, dua kami undang ke meunasah, sedangkan dua lagi tidak kami undang karena sangat sibuk dengan kerjanya,” ujar Asan Wahidin. Kedua ASN yang hadir adalah Husaini dan T Ibrahim.

Keduanya diminta untuk bermusyawarah bersama tuha peut menentukan Pj keuchik. Lalu keduanya bersepakat dengan satu nama, yaitu T Ibrahim. “Hasil tersebut yang kami sampaikan ke camat. Proses penunjukan keuchik sudah sesuai prosedur, karena selain dihadiri anggota tuha peut juga ada aparat desa,” katanya.

Camat Akan
Tetap Lantik
Camat Samudera Sofyan kepada Serambi menyebutkan, tuha peut memiliki wewenang mengusulkan nama untuk ditunjuk sebagai Pj keuchik, tanpa harus bermusyawarah dengan warga. Pihaknya juga sudah mengeluarkan SK Pj keuchik. “Apa pun reaksi masyarakat, Pj keuchik harus dilantik karena itu perintah qanun. Malah jika tidak dilantik, itu yang menyalahi aturan,” kata Camat.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved