Data BNN, Jumlah Pecandu Narkoba di Aceh 73 Ribu, Cuma 321 Orang yang Mampu Direhabilitasi

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2018 terdapat 73 ribu pecandu narkoba yang harus direhabilitasi.

Data BNN, Jumlah Pecandu Narkoba di Aceh 73 Ribu, Cuma 321 Orang yang Mampu Direhabilitasi
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Konferensi pers terkait penangkapan sabu-sabu 20 Kg di Aceh Utara yang digelar di Kantor BNNP Aceh di Banda Aceh, Senin (12/2/2018). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Aceh, DPR Aceh, dan LSM Mitra Rakyat Sejahtera mengadakan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Minggu (7/4/2019).

Kegiatan itu menghadirkan 325 peserta. Mereka adalah pelajar, santri, mahasiswa generasi milenial dan aparat desa Lhokseumawe.

“Peserta kegiatan ini dibagi dalam tiga kelas. aparatur desa, pelajar dan santri, kemudian mahasiswa dan generasi milenial, dengan menghadirkan tujuh pemateri,” kata Ketua Panitia Zainal Abidin.

Pamterinya, Rektor Universitas Malikussaleh Dr Herman Fithra, Plt Sekdako Lhokseumawe Miswar, perwakilan dari Polres Lhokseumawe Iptu Sarimin, Tgk Misran Fuadi, Dr Zulfikar Ali Buto (IAIN Lhokseumawe), Tgk Amirullah dan Lailan Fajri.

Kepala Bakesbangpol Aceh diwakili Kasi Ketahanan Ekonomi Surya Edy Rachman MA menyebutkan berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2018 terdapat 73 ribu pecandu narkoba yang harus direhabilitasi.

Namun, dari jumlah itu, saat ini hanya mampu direhabilitasi 321 orang.

“Angka tersebut cukup untuk menyatakan Aceh darurat narkoba,” kata Surya.

Badan Kesbangpol Aceh, DPR Aceh dan LSM Mitra Rakyat Sejahtera mengadakan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Minggu (7/4/2019).
Badan Kesbangpol Aceh, DPR Aceh dan LSM Mitra Rakyat Sejahtera mengadakan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Minggu (7/4/2019). (FOR SERAMBINEWS.COM)

Sementara anggota DPR Aceh, Tgk Muharuddin sebelum membuka kegiatan sosialisasi menyebutkan Aceh yang dikenal daerah syariat Islam, tapi sudah dikotori dengan kasus-kasus narkoba.

“Satu sisi kita bangga menjadi warga Aceh, karena dikenal dengan Syariat Islam, tapi di sisi lain juga menjadi beban karena semakin banyak temuan kasus narkoba,” ujar Tgk Muharuddin.

Karena itu, ia berharap dengan adanya kegiatan ini, pelajar, santri dan mahasiswa tidak sekali-sekali mendekati dengan narkoba.

Selain itu ia berharap kepada aparat desa yang mengikuti kegiatan ini menjadi benteng dalam desanya masing-masing untuk mencegah masuk narkoba.

“Untuk mencegah narkoba, tidak mungkin hanya melibatkan aparat penegak hukum, tapi perlu kerjasama semua pihak,” pungkas Muharuddin.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved