Jaksa Kembalikan Berkas

Kejari Lhokseumawe mengembalikan berkas kasus dugaan korupsi pengadaan ternak ke reskrim Polres Lhokseumawe

Jaksa Kembalikan Berkas
M ALI AKBAR, Kajari Lhokseumawe

* Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak

LHOKSEUMAWE – Kejari Lhokseumawe mengembalikan berkas kasus dugaan korupsi pengadaan ternak ke reskrim Polres Lhokseumawe, menyusul belum lengkapnya unsur formil dan materil.

“Setelah berkas tersebut kita terima dari penyidik beberapa waktu lalu. Kemudian jaksa peneliti berkas mempelajari untuk mengetahui apakah sudah terpenuhi unsur formil dan materil,” ungkap Kejari Lhokseumawe, M Ali Akbar SH melalui Kasi Intel, Miftahuddin SH kepada Serambi, Sabtu (6/4).

Setelah berkas tersebut dipelajari sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, jaksa menyatakan berkas itu belum lengkap atau (p18). Lalu, jaksa mengembalikan berkas tersebut kepada polisi disertai dengan petunjuk untuk dilengkapi oleh penyidik lagi pada akhir Maret 2019.

“Jadi, unsur formil yang belum lengkap menyangkut administrasi. Sedangkan materil masih perlu keterangan tambahan dari saksi,” kata Mifathuddin.

Namun, lanjutnya, dalam aturan tidak disebutkan batas waktu untuk melengkapinya. Karena itu, jaksa hanya menunggu saja, kapan berkas tersebut kembali dilimpahkan untuk diteliti lagi. Menurut Kasi Intel, berkas yang dilimpahkan tersebut tindak lanjut dari Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap satu tersangka dari rekanan. Tersangka tersebut adalah Direktur Bireuen Vision (BV), ES. “Iya, berkas yang kemarin untuk satu tersangka dari rekanan,” ujar Miftahuddin.

Seperti diketahui, kasus itu mulai diselidiki polisi pada 2015 karena menemukan adanya indikasi korupsi proyek pengadaan ternak di Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe senilai Rp 14,5 miliar dalam APBK tahun 2014.

Pada Juni 2017 penyidik meningkatkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan. Selanjutnya, menetapkan tiga tersangka yaitu Drh Rizal, mantan Kepala DKPP Lhokseumawe, Dahlina (47) pejabat pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta Drh Ismunazar (43) pejabat Pembuat Komitmen (PKK).

Dalam kasus itu, Rizal divonis lima tahun empat bulan penjara dan denda Rp 200 juta atau subsider dua bulan kurungan. Sedangkan Dahliana dan Ismunazar dihukum empat tahun tujuh bulan pidana penjara. Dahlina dan Ismunazar turut dihukum membayar denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang SH SIK kepada Serambi kemarin menyebutkan, penyidik masih melengkapi kekurangan dari berkas perkara itu. Setelah lengkap sebagaimana petunjuk jaksa, maka berkas tersangka ES, Direktur Bireuen Vision akan dikirim lagi ke kejaksaaan.

Kasat Reskrim juga menyebutkan, hingga saat ini pihaknya masih dalam tahap menyamakan persepsi dengan jaksa, sehingga belum ada saksi yang diperiksa untuk melengkapi berkas tersebut. “Ini pengembalian berkas pertama dari jaksa. Nanti kalau berkas tersebut sudah lengkap baru dikirim kembali ke jaksa,” pungkas Kasat Reskrim.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved