Moratorium Izin Pertambangan dan Sawit Berakhir, Irwandi Kirim Pesan kepada Nova

Semua izin usaha pertambangan lebih dahulu diberikan kepada Badan Usaha Milik Aceh (BUMA).

Moratorium Izin Pertambangan dan Sawit Berakhir, Irwandi Kirim Pesan kepada Nova
ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
GUBERNUR Aceh nonaktif Irwandi Yusuf bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/3). 

Laporan Fikar W Eda/Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menyusul berakhirnya moratorium izin tambang, mineral, batu bara dan perkebunan kelapa sawit, Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, mengirimkan pesan kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Isi pesan tersebut sebagai berikut:
1. Semua izin usaha pertambangan lebih dahulu diberikan kepada Badan Usaha Milik Aceh (BUMA). Jadi mereka yang memiliki modal berupa lahan konsesi dan kekayaan alam di dalamnya.

Investasi asing yang berminat akan masuk dan melakukan JV (joint ventura) dengan BUMA setelah melakukan appraisal kekayaan alamnya dalam lahan konsesi dimaksud. Dari data itu dapat ditetapkan pembagian saham.

Baca: Bayi Hasil ‘Sewa Rahim’ Bernama Gammy Ditelantarkan Orang Tua Kandungnya Karena Down Syndrome

2. Izin Perkebunan Sawit. Di samping harus benar-benar memperhatikan LH (Lingkungan Hidup), juga harus memperhatikan keterlibatan masyarakat sebagai plasma, namun lahan untuk plasma ini harus masuk ke dalam luasan lahan konsesi yang dimohonkan.

Petani plasma juga pemegang saham sekaligus karyawan perkebunan itu. Keuntungan yang akan dibagikan kepada pemegang saham plasma adalah keuntungan yang didapat dari penjualan end productnya.

Baca: Abusyik dan Sofyan Dawood Dukung Jokowi, Ini Pernyataannya

Jika buat sementara perusahaan tersebut belum memiliki pabrik CPO maka yg dimaksud end product adalah buah sawit yang dijual perusahaan kepada pihak ketiga.
Petani plasma dapat menarik diri/sahamnya berupa tanah kebun miliknya setelah hutang dengan perusahaan lunas semuanya.

3. Kedua hal tersebut harus segera dibuatkan Pergub (Peraturan Gubernur) sementara menunggu selesainya revisi qanun perkebunan dan qanun pertambangan.

Instruksi Gubernur Aceh No: 04/INSTER/2017 tanggal 12 Desember 2017 Tentang Perpanjangan Moratorium Izin Prinsip Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing di Bidang Kelapa Sawit berakhir pada 12 Juni 2018.

Baca: Catat! Mulai Besok TransK Diuji Coba Masuk ke Kompleks Bandara SIM

Selanjutnya Instruksi Gubernur Aceh No: 05/INSTER/2017 Tanggal 15 Desember 2017 Tentang Perpanjangan Moratorium Izin Usaha Pertambangan, Mineral, Batubara berakhir pada 15 Juni 2018.
Kedua istruksi gubernur itu ternyata tidak diperpanjang lagi.

"Moratorium berakhir kan dapat ditinjau ulang seperti menerapkan kebijakan di atas. Belum terlambat. Dapat dimulai dengan Pergub terlebih dahulu. Kemudian revisi qanun pertambangan," demikian Irwandi Yusuf dalam pernyataannya, Minggu (7/4/2019). (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved