Jelang Divonis, Irwandi Masih Pikir soal Tambang

Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf kemarin sore mengirim WhatsApp (WA) kepada Serambi sehubungan

Jelang Divonis, Irwandi Masih Pikir soal Tambang
ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
GUBERNUR Aceh nonaktif Irwandi Yusuf bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor 

* Juga tentang Moratorium Sawit

BANDA ACEH - Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf kemarin sore mengirim WhatsApp (WA) kepada Serambi sehubungan dengan telah berakhirnya moratorium tambang mineral dan batu bara serta berakhirnya moratorium perkebunan kelapa sawit di Aceh.

Untuk kebijakan selanjutnya, kata Irwandi yang siang ini akan menjalani sidang pembacaan amar putusan atas kasus DOKA yang menjeratnya, menyarankan supaya semua izin usaha pertambangan terlebih dahulu diberikan kepada Badan Usaha Milik Aceh (BUMA). Jadi, merekalah yang memiliki modal berupa lahan konsesi dan kekayaan alam di dalamnya. Investor asing yang berminat, menurut Irwandi, akan masuk dan melakukan joint venture dengan BUMA setelah melakukan appraisal (taksiran) kekayaan alamnya dalam lahan konsesi dimaksud. “Nah, dari data inilah dapat ditetapkan skema pembagian sahamnya,” kata Irwandi.

Tentang izin perkebunan sawit, Irwandi mengingatkan agar di samping harus benar-benar memperhatikan lingkungan hidup, juga harus memperhatikan keterlibatan masyarakat sebagai plasma. Lahan untuk plasma ini harus pula masuk ke dalam luasan lahan konsesi yang dimohonkan.

“Petani plasma adalah juga pemegang saham sekaligus karyawan perkebunan itu. Keuntungan yang akan dibagikan kepada pemegang saham plasma adalah keuntungan yang didapat dari penjualan end product-nya. Jika buat sementara perusahaan tersebut belum meniliki pabrik CPO (crude palm oil -red ) maka yang dimaksud dengan end product di sini adalah buah sawit yang dijual perusahaan kepada pihak ketiga,” kata Irwandi.

Menurut Irwandi, dalam konteks ini petani plasma dapat menarik diri/sahamnya berupa tanah kebun miliknya setelah utangnya pada perusahaan lunas semua. (dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved