Keluarga Harapkan Doa, PNA Minta Divonis Bebas

SEHARI menjelang sidang pamungkas beragendakan pembacaan vonis terhadap Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf

Keluarga Harapkan Doa, PNA Minta Divonis Bebas
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Darwati A Gani bersama sang suami, Irwandi Yusuf, sesaat sebelum Irwandi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta 

SEHARI menjelang sidang pamungkas beragendakan pembacaan vonis terhadap Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf sebagai terdakwa kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), berbagai harapan disampaikan oleh orang-orang terdekatnya. Pihak keluarga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Aceh agar Irwandi memperoleh keadilan pada babak akhir dalam kasus hukum yang menjeratnya. Sementara itu, kader dan pengurus Partai Nanggroe Aceh (PNA) berharap Irwandi yang juga ketua umum partai politik lokal (parlok) tersebut agar divonis bebas oleh majelis hakim.

Seperti diketahui, sidang Irwandi bersama dua terdakwa lainnya, yakni Hendri Yuzal (mantan ajudan Gubernur Aceh) dan Teuku Saiful Bahri (pengusaha Aceh) akan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (8/4) hari ini. Agenda untuk Hendri dan Saiful juga sama, yaitu mendengarkan amar putusan. Sebelumnya, Jaksa KPK menuntut Irwandi agar dihukum sepuluh tahun, Hendri Yuzal lima tahun, dan Teuku Saiful Bahri enam tahun.

Putra sulung Irwandi, Teguh Agam Meutuah, berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Aceh agar ayahnya memperoleh keadilan dan keputusan majelis hakim adalah keputusan yang terbaik untuk Aceh.

Menurutnya, pada beberapa tempat di Aceh ada digelar doa bersama untuk sang ayah. “Ada di dayah-dayah, juga ada di rumah nenek di Bireuen,” kata Teguh.

Ia bersama ibundanya Darwati A Gani serta anggota keluarga lainnya akan hadir ke ruang sidang hari ini untuk menyaksikan jalannya sidang terakhir itu. Dengan ayahnya Irwandi Yusuf, menurut Teguh, ia dan keluarga baru akan bertemu besok (hari ini -red ) sebelum persidangan. “Hari ini (kemarin -red ) tidak ada (pertemuan). Nggak bisa jenguk hari ini, besok baru jumpa,” ungkap Teguh, Minggu (7/4).

Sebelumnya, seperti disiarkan Tribunnews.com, Teguh mengatakan ia dan keluarga tetap akan mengikuti proses hukum ayahnya dengan normal dan formal agar memahami persolan seterang-terangnya. “Sebagai keluarga terdakwa, yang kita tuntut adalah keadilan. Kita ingin melewati itu dengan cara hukum normal dan formal,” ujar Teguh yang berprofesi dokter.

Teguh pun meminta doa dan dukungan masyarakat Aceh untuk ayahnya dan bagi kebaikan Aceh. “Mohon doanya bagi setiap orang yang berasal dari Aceh, mohon doanya agar diberi yang terbaik bagi Aceh juga,” kata Teguh Agam Meuteuah yang sejak awal selalu hadir menyaksikan persidangan sang ayah di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Berharap vonis bebas
Terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PNA), Miswar Fuady SH yang diwawancarai Serambi di Banda Aceh kemarin mengatakan, pihaknya selaku kader dan pengurus PNA berharap Irwandi yang juga ketua umum partai tersebut divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. “PNA memang berharap BW (Bang Wandi)--sapaan akrab Irwandi Yusuf--mendapat putusan bebas,” ujarnya.

Menurut Miswar, PNA berharap BW divonis bebas agar Irwandi yang baru menjabat sebagai gubernur Aceh pada pertengahan tahun 2017 dapat melanjutkan semua program Aceh Hebat–sesuai slogan Irwandi/Nova--yang sudah dirangkum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022.

PNA, sambung Miswar, berharap putusan terhadap Irwandi dapat memberikan rasa keadilan dan terlepas dari semua intervensi pihak manapun. “Majelis hakim tentu memiliki keyakinan tersendiri. Karena itu, kita yakin putusan yang diambil nanti akan didasari pada fakta-fakta hukum dan kebenaran materil yang terungkap dalam sidang,” timpalnya.

Namun, lanjut Miswar, jika putusan terhadap Irwandi diambil dari fakta tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pihaknya yakin bahwa kasus Irwandi direkayasa dan Irwandi memang merupakan target yang untuk ‘dilumpuhkan’. “Jika putusannya tetap bersandar pada tuntutan yang disampaikan jaksa KPK, maka PNA semakin yakin bahwa BW merupakan target yang harus dilumpuhkan,” ujar Miswar Fuady.

Ditanya bagaimana sikap PNA jika Irwandi divonis lebih berat dari tuntutan jaksa KPK, Miswar mengatakan, PNA akan bermusyawarah untuk mengambil langkah-langkah strategis ke depan. Lalu, bagaimana nasib PNA jika Irwandi divonis bersalah oleh majelis hakim? “BW adalah tokoh Aceh, memiliki loyalis yang tersebar di seluruh Aceh. Dalam setiap kesempatan, BW selalu menanyakan PNA dan meminta loyalisnya yang mengunjungi BW untuk membesarkan PNA. Banyak sekali kontribusi BW dalam membesarkan PNA sehingga PNA besar seperti sekarang ini. Walaupun BW ditahan, tapi beliau masih terus memikirkan PNA,” pungkas Miswar Fuadi. (fik/dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved