PNS di Dinas PUPR Aceh Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya

Awalnya pihak kepolisian mengetahui informasi tersebut berdasarkan laporan masyarakat dan keuchik setempat.

PNS di Dinas PUPR Aceh Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya
For Serambinews.com
Polisi melakukan olah TKP di rumah korban di kawasan Gampong Jeulinke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (8/4/2019) 

PNS di Dinas PUPR Aceh Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya

Laporan Subur Dani | Banda Aceh  

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, berinisial Ad (54), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung dengan leher terjerat, di rumahnya di Jalan H Usman Gang Yahya, Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (8/4/2019).

Informasi tersebut awalnya diketahui Serambinews.com dari berbagai sumber.

Pejabat sementara Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Iskandar Muda yang dihubungi Serambinews.com membenarkan informasi tersebut.

"Iya benar, pada hari Senin tanggal 8 April 2019 sekira pukul 07.30 WIB bertempat di Gamlong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh telah ditemukan satu orang mayat berjenis kelamin laki-laki beinisial Ad, 54 tahun," tulis Iskandar Muda dalam keterangannya kepada Serambinews.com.

Baca: Dikeroyok Massa Kampanye Akbar Jokowi-Maruf Amin, Anggota TNI dan Panwaslu Alami Luka Serius

Baca: Jelang Vonis, Irwandi Yusuf Imami Shalat Dzuhur, Hendri Yuzal Kumandangkan Qamat

Menurutnya, korban merupakan PNS PUPR yang bertugas sebagai Kepala UPTD PU Bina Marga Aceh Barat.

Awalnya pihak kepolisian mengetahui informasi tersebut berdasarkan laporan masyarakat dan keuchik setempat.

"Kami datang ke lokasi jam 7.30 WIB, saat kami sampai di lokasi, mayat sudah diturunkan dari tali. Kami di lokasi melakukan olah TKP dan periksa saksi, barang bukti yang diamankan tali, kursi, dan sandal," ujar Iptu Iskandar Muda.

Diduga, korban melakukan aksi bunuh diri.

Namun, ketika Serambinews.com menanyakan motif dari kasus bunuh diri itu, Iskandar Muda menyebutkan, pihaknya tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut, karena keluarga sudah sepakat jenazah tidak diautopsi dan divisum.

"Kami duga memang bunuh diri. Tapi keluarga sudah sepakat jenazah untuk tidak diautopsi dan divisum. Keluarga tidak keberatan dengan membuat pernyataan untuk tidak dilakukan visum dan autopsi," pungkas Iptu Iskandar Muda. (*)

Baca: Top 12 Liga Dangdut Indonesia - Faul Bener Meriah Tergabung di Grup 2, Tampil 11 dan 13 April 2019

Baca: Mobil Seorang Imam di Pidie Ditembak OTK saat Melintas di Jembatan Seunapet Aceh Besar

Penulis: Subur Dani
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved