Breaking News:

10 Fakta Unik Pemilu di Seluruh Dunia, Ada yang Menggunakan Kelereng

Jadi, tanpa harus menghitung manual, mesin tersebut udah langsung mencetak hasil penghitungan suara yang sah.

Editor: Fatimah
Dok Istimewa Via Kompas
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,7 triliun dari anggaran Negara untuk membiayai pelaksanaan Pemilu tahun ini? Entah baru tahu atau sudah tahu, maka sebaiknya jangan tak memilih atau jadi golput (golongan putih). (Dok Istimewa) 

SERAMBINEWS.COM - Sebagai Negara Demokrasi, Indonesia akan segera melaksanakan pemilu pada 17 April mendatang.

Dimana dalam pesta demokrasi itu akan memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatifnya.

Tapi tahukah kamu? jika bukan Indonesia saja yang menggelar pemilu.

Ada banyak negara di dunia ini yang juga menggelar Pemilu, tentunya dengan sistem dan tatacara pemilu yang berbeda-beda.

Masing-masing negara ternyata juga memiliki aturan unik tentang penyelenggaraan pemilunya lho.

Nah, berikut ini adalah beberapa fakta unik tentang Pemilu di seluruh dunia yang dirangkum TribunTravel dari beberapa sumber:

1. Astronot bisa ikut pemilu

Astronot yang sedang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional diperbolehkan untuk memilih sejak tahun 1997, saat itu para anggota parlemen Texas sudah membuat suatu ketentuan yang memungkinkan kotak suara yang aman untuk dikirim ke ruang angkasa oleh Mission Control di Houston, Texas.

Baca: Hari Ini, Menteri ESDM Resmikan Proyek Kelistrikan di Wilayah Aceh

Setelah astronot menentukan pilihan mereka, kotak-kotak suara mereka yang adalah berupa file-file PDF yang berisi kertas suara yang akan mereka terima dalam email.

Dikembalikan ke bumi, di mana pegawai akan membuka dokumen yang sudah dikodekan dan menyerahkan hard copy dari surat suara astronot untuk dihitung.

2.Umur 16 tahun bisa ikut pemilu

Jika di Indonesia usia minimal untuk bisa ikut menyoblos adalah 17 tahun, maka di beberapa negara seperti Argentina, Austria, Brazil, Kuba, Ekuador dan Nikaragua, umur 16 tahun udah punya hak pilih dan ikutan menyoblos.

Di beberapa negara tersebut, usia 16 tahun udah dianggap dewasa dan bisa menentukan pilihan bagi negaranya.

3. Cuma laki-laki yang punya hak pilih

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved