Air Mata Rindu Bang Leman

SULAIMAN Abda tak henti-hentinya menyeka air mata dengan tisu. Entah berapa lembar tisu yang sudah ia habiskan

Air Mata Rindu Bang Leman
SERAMBI/MASRIZAL
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berfoto bersama Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haythar, Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal, Pimpinan Umum Harian Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Raihan Putry Ali Muhammad dan penulis buku ‘Sabda Rindu’, Hasan Basri M Nur, sambil memegang buku ‘Sabda Rindu’, perjalanan hidup Sulaiman Abda seusai peluncuran buku tersebut, di AAC Dayan Dawood Unsyiah Banda Aceh, Senin (8/4). 

SULAIMAN Abda tak henti-hentinya menyeka air mata dengan tisu. Entah berapa lembar tisu yang sudah ia habiskan. Berkali-kali ia melihat ke atas, mencoba menahan air mata agar tak mengalir dari balik kacamatanya. Namun, ia tak sanggup, kelopak matanya terlalu lemah untuk membendung derasnya air mata. Bang Leman--sapaan akrab Sulaiman Abda--benar-benar menangis. Tapi tak tersedu. Sekali-kali tanganya memegang hidung menahan isakan.

Bang Leman menteskan air mata ketika buku Sabda Rindu; Kisah Cinta, Ujian, dan Mukjizat diluncurkan di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Senin (8/4) pagi.

Bukan karena ramainya pengunjung yang menghadiri launching buku itu, Sulaiman menangis. Tapi karena mengingat kenangan yang dialaminya bersama sang istri, (almarhumah) Hausmini.

Rindunya seketika pecah saat isi buku yang menceritakan tentang perjalanan hidupnya itu diperkenalkan oleh penulis, Hasan Basri M Nur, MAg. Tubuh Bang Leman langsung lemas saat nama Hausmini disebut.

Ya, buku ini banyak menceritakan perjalanan hidup Sulaiman Abda dengan sang istri ketika Hausmini masih hidup. Menurut Sulaiman, Hausmini adalah perempuan yang paling setia, tabah, dan salihah.

Dalam buku setebal 200 halaman itu, Hasan Basri mengisahkan kembali bagaimana romantika cinta Sulaiman Abda dan Hausmini. Sejak awal perkenalan hingga Hausmini meninggal dunia.

Tak banyak orang tahu, ternyata cinta Sulaiman pernah ditolak karena tak mendapat restu dari orang tua Hausmini. Tapi ia tak patah arang meski jiwanya bergetar saat mendengar kalimat itu. Cintanya sudah telanjur besar untuk diakhiri, bahkan melebihi Gunung Seulawah.

Dibantu Nurdin AR, Bupati Pidie, saat itu Sulaiman terus berupaya meyakinkan ayah Hausmini, Usman Baini yang saat itu Camat Geumpang, Pidie, hingga mendapat restu dan akhirnya mereka menikah pada tahun 1981.

Cinta Sulaiman berlanjut hingga mereka dikaruniai empat putra, yaitu Ahmad Ricky Soehady (lahir tahun 1982), Ahmad Mirza Safwandy (1987), Ahmad Haeqal Asri (1990), dan Ahmad Khemal Pasha (1996).

Seiring waktu, karier politik Sulaiman pun mentereng. Dalam dunia politik, Sulaiman pernah menduduki jabatan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh peride 2002-2008 dan 2009-2015 dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved