Breaking News:

Dulu Bagaikan Antartika, Kemanakah Hilangnya Salju di Indonesia?

Kini, yang menjadi pertanyaan adalah ke mana perginya salju atau es yang menyelimuti khatulistiwa, termasuk Indonesia itu?

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/Facebook Agus Wandi
Tim ekspedisi Antartika 

Tahun 2005 lalu, tim ilmuwan berbeda melakukan penanggalan batuan vulkanik di atas tutup karbonat serupa di lokasi berbeda, provinsi Guizhou, China.

Batuan tersebut berusia 635,2 juta tahun.

Dua sampel tersebut menunjukkan peristiwa melelehnya es di sebagian besar bumi adalah pencairan cepat selama 1 juta tahun.

Laporan mengenai penelitian ini kemudian dipublikasikan oleh tim tersebut dalam jurnal Geologi.

Kuncinya, Xiao menjelaskan, adalah bahwa dua tanggal ini jauh lebih tepat daripada sampel sebelumnya, dengan error bar (grafik untuk menunjukkan variasi akibat eror atau ketidakpastian dalam pengujian) kurang dari 1 juta tahun.

Error bar itu pada dasarnya menggolongkan periode di mana tutup karbonat terbentuk  dan, dengan demikian, membatasi periode peristiwa pencairan Bumi Bola Salju terakhir.

Karena sampel yang ditemukan sebelumnya memiliki error bar beberapa juta tahun atau lebih, Xiao mengatakan bahwa penanggalan baru ini adalah yang pertama yang dapat digunakan untuk menghitung laju pencairan dengan pasti.

Namun, karena dua sampel baru berasal dari China selatan, artinya kedunya tidak mengambarkan fenomena global tentang pencairan kuno, kata Carol Dehler, ahli geologi di Universitas Negeri Utah di Logan.

Untuk melakukan itu, para ilmuwan perlu menemukan batuan vulkanik yang dapat didata dari bagian lain dunia, yang kira-kira "sama lazimnya dengan unicorn," canda Dehler.

Tetapi, dia menambahkan, mereka mungkin ada di luar sana "menunggu untuk ditemukan."

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved