Harga Sayuran di Pasar Inpres Tapaktuan Mulai Merangkak Naik

Jelang bulan Ramadhan 1440 H, harga beberapa jenis bumbu dapur dan sayuran yang dijual di pasar Inpres Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan mulai naik..

Harga Sayuran di Pasar Inpres Tapaktuan Mulai Merangkak Naik
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Tampak kegiatan pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan, Aceh Selatan, sepi pembeli, Selasa (9/4/2019). 

Harga Sayuran di Pajak Impres Tapaktuan Mulai Merangkak Naik

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Jelang bulan suci Ramadhan 1440 H, harga beberapa jenis bumbu dapur dan sayuran yang dijual di Pasar Inpres Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan mulai merangkak naik. Warga berharap Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas terkait bisa segera mencari solusi agar harga kebutuhan dapur dan sayuran tidak naik selama bulan puasa.

Kenaikan harga bumbu dapur dan sayur mayur itu membuat ibu rumah tangga semakin resah, karena selama ini harga cabai, bawang serta tomat yang salah satunya kebutuhan dapur tidak begitu mahal harganya. 

Baca: Kumandang Azan Warnai Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Izin Tambang PT EMM

Baca: Stok Melimpah, Harga Bawang Merah Mahal

Baca: Hari Ini, Menteri ESDM Resmikan Proyek Kelistrikan di Wilayah Aceh

"Namun beberapa hari terakhir harga bumbu dapur dan sayur mayur mulai naik, kondisi ini sengat terasa karena kondisi ekonomi masyarakat sekarang sangat morat marit," kata Asriati salah seorang ibu rumah tangga, Selasa(10/4/2019).

Tgk Sulaimi, salah seorang pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan mengaku kenaikan harga tersebut terjadi karena kurangnya pasokan barang dari daerah penghasil. "Seperti hari ini harga tomat untuk satu kilogram Rp 11.000, yang dulunya Rp 8000 per kilogram, dan juga bawang putih dulunya harga per kilogram Rp 16.000, dua pekan terkahir malah melonjak naik menjadi Rp 35.000 per kilogram," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Din, pedagang cabai di Komplek Pasar Inpres Tapaktuan. Dia mengaku sebelumnya harga cabai merah hanya Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, namun kini naik menjadi Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram.

"Malah ada yang menjual Rp 40.000 per kilogram. Kondisi ini terjadi akibat tidak tersedianya cabai lokal, kebiasaan kalau ada barang daerah tidak mungkin barang luar itu mahal dijual," ungkapnya.

Kepala Perdagangan Industri dan UKM Kabupaten Aceh Selatan, Mualimin SE secara terpisah, Selasa(10/4/2019) berjanji pihaknya akan membuat tim dan turun ke lapangan untuk memantau harga harga kebutuhan rumah tangga. "Bila barang banyak distok itu tetap kita ambil tindakan," tegasnya.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved