Istri dan Pacar Gelap ke Jaksa

Dua tersangka kasus pembunuhan Jajuli bin Ismail (34) penjual es campur asal Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara

Istri dan Pacar Gelap ke Jaksa
IAN RIZKIAN MILYARDIN, Kapolres Aceh Utara

* Kasus Pembunuhan Penjual Es Campur

LHOKSUKON – Dua tersangka kasus pembunuhan Jajuli bin Ismail (34) penjual es campur asal Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Senin (8/4) dilimpahkan penyidik Reskrim Polres ke Kejari bersama barang bukti. Keduanya istri korban, Jamaliah alias Novi (30) dan selingkuhannya, Musliadi alias Adi (26) warga Desa Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Sebagaimana diberikan sebelumnya, Jajuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher, pada Sabtu (15/9/2018) sekira pukul 02.30 WIB, di tempat tidur kamarnya. Sebelum kejadian, Jamaliah mengaku tertidur saat menidurkan anaknya dalam kamar lain. Belakangan terungkap, kalau pelaku pembunuhan itu dilakukan Musliadi atas suruhan istri korban, Jamaliah. Kedua pelaku menjalin hubungan asmara. Bahkan, keduanya mengaku sudah melakukan hubungan badan.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi Senin (8/4) menyebutkan, kasus tersebut mulai dirampungkan setelah penyidik mengadakan rekonstruksi (reka ulang). Lalu berkas tersebut dilimpahkan ke jaksa untuk diteliti.

Disebutkan, setelah mendapatkan pemberitahuan dari jaksa bahwa berkas yang sudah dilimpahkan sebelumnya dinyatakan lengkap, maka penyidik langsung membawa kedua tersangka untuk pelimpahan tahap kedua. Selain itu, juga diserahkan barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan tersangka untuk membunuh korban.

Kecuali itu, lanjut Kapolres, juga sepeda motor yang digunakan saksi untuk mengantarkan korban ke rumah korban. Kedua tersangka diproses dalam kasus terpisah (split). Karena, peran Jamaliah dan Musliadi dalam kasus pembunuhan tersebut berbeda. Kendati, pembunuhan tersebut sudah direncanakan keduanya sebelumnya.

“Kedua tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut dijerat dengan Pasal 340 Juncto Pasal 338 Juncto Pasal 338 tentang pembunuhan berencana secara bersama-sama. Karena itu, tersangka terancam hukuman mninimal penjara 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” pungkas Kasat Reskrim.

Kajari Aceh Utara, Edi Winarto SH melalui Kasi Pidana Umum (Pidum), Fahmi Jalil SH kepada Serambi kemarin menyebutkan, setelah menerima kedua tersangka bersama barang bukti, keduanya langsung dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara.

Jaksa mulai mempersiapkan materi dakwaan sebelum melimpahkan kedua tersangka tersebut ke pengadilan. “Jika berkas sudah rampung, baru kita limpahkan lagi mereka ke pengadilan,” pungkas Fahmi.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved