Petugas Amankan Pengrusak Masjid

Petugas mengamankan pelaku pengrusakan di Masjid Al A’la Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh

Petugas Amankan Pengrusak Masjid
SERAMBITV.COM
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto 

* Pelaku Pria Kurang Waras
* Langsung Dibawa ke RSJ

BANDA ACEH - Petugas mengamankan pelaku pengrusakan di Masjid Al A’la Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh. Karena menderita gangguan jiwa, Pria berinisial Mu (23) asal Aceh Utara itu pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Luengbata, AKP Edi Saputra SE yang dihubungi Serambi, tadi malam mengatakan, begitu menerima laporan ada pengrusakan di Masjid Al A’la Cot Mesjid, Senin (8/4) menjelang Subuh, pihaknya langsung menuju ke lokasi dan melakukan penyelidikan.

Dari penyelidikan itu diperoleh fakta-fakta bahwa pelaku pengrusakan Alquran dan kabel mikrofon di masjid tersebut dilakukan oleh pasien RSJ berinisial Mu. Menurut AKP Edi, pelaku diduga alami gangguan jiwa itu diperoleh informasi pada Minggu (7/4) sekira pukul 09.00 Wib, melarikan diri saat petugas RSJ sedang membersihkan ruangan. Saat itu, lanjut Kapolsek Luengbata ini kondisi pintu terbuka, sehingga Mu langsung melarikan diri.

Dari keterangan saksi, yakni Radian Saputra, pekerja di warung kopi Brunai di Jalan AMD, Gampong Lamdom, masih dalam Kecamatan Luengbata, menerangkan pada Senin (8/4) sekira pukul 04.00 WIB dini hari, pelaku datang sendiri dengan berjalan kaki. Mu datang ke warung dengan kondisi telanjang bulat dan sempat duduk di kursi warung kurang lebih 10 menit.

Bahkan, ungkap AKP Edi, pemuda gangguan jiwa itu sempat mengambil Hp milkk pengunjung warung. Namun, Hp itu berhasil diambil kembali pemiliknya, dan selanjutnya pelaku diusir pemilik warung. “Pria gangguan jiwa ini langsung meninggalkan warkop dan berjalan ke arah Cot Mesjid,” sebut Edi.

Setelah diamankan, petugas memberikan celana kepada pelaku dan langsung dibawa ke RSJ. Petugas Satpol PP sendiri pada saat itu, sebut Kapolsek Luengbata, belum tahu bahwa yang diamankan itu adalah pelaku pengrusakan Alquran dan kabel mikrofon di Masjid Al A’la Gampong Cot Mesjid.

“Hasil konfirmasi dengan bagian Humas RSJ Aceh, menyatakan benar pelaku telah diserahkan petugas Satpol PP sekira pukul 06.30 Wib ke ruang IGD RSJ. Lalu, dari keterangan dari pihak RSJ sudah dirawat mulai April 2018. Tapi, pada tahun 2013 lalu juga sudah pernah dirawat,” demikian AKP Edi Saputra.

Peristiwa pengrusakan Alquran dan mikrofon di Masjid Al A’la, Gampong Cot Mesjid itu sempat menggegerkan warga. Apalagi foto kerusakan dengan cepat menyebar di media sosial. Berdasarkan foto beredar luas, tampak Alquran dan surah Yasin yang biasa tersusun rapih di rak khusus, berserakan di lantai masjid. Bahkan beberapa lembar Alquran dan Yasin tersebut sudah dicopot dan diserak pelaku.

Imam Masjid Al A’la Gampong Cot Mesjid, Ustaz Chalis kepada Serambi mengatakan, kejadian itu diketahui pertama kali ketika jamaah datang ke masjid untuk menunaikan shalat shubuh, Senin (8/7) sekitar pukul 05.00 Wib.

“Saat ini seorang jamaah yang pertama sampai menemukan Alquran sudah berserakan di lantai. Jamaah tersebut juga menemukan tali mikrofon juga sudah terpotong seperti digigit,” ujarnya.

Dari hasil CCTV yang terpasang di masjid tersebut, tampak pelaku masuk sekitar pukul 04.28 Wib. Pelaku hanya berada di dalam masjid sekitar lima menit. Saat pertama masuk pelaku sempat mutar-mutar dalam masjid, sambil mematikan lampu masjid.

Kemudian pelaku menyerakan Alquran yang berada dalam rak. Beberapa lembar halaman Alquran terlepas seperti dicopot. Pelaku juga memutuskan tali mikrofon diduga dengan cara menggigitnya. “Dari rekaman CCTV memang tampak pelaku, tapi kami tidak mengenalinya dan warga di sini juga tidak ada yang mengenalnya,” jelas Ustaz Chalis.

Dijelaskan, selama ini Masjid Al A’la memang tidak pernah dikunci dan terbuka 24 jam untuk jamaah. Bahkan, masjid juga sudah dilengkapi dengan kamera CCTV, mulai masjid hingga halaman. Sehingga mereka sangat terkejut ketika ada yang masuk untuk merusak Alquran, karena belum pernah kejadian sebelumnya.(mun/mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved