PNA: Vonis Hakim Tidak Adil

Pengurus Partai Nanggroe Aceh (PNA) angkat bicara terkait putusan atau vonis 7 tahun penjara terhadap Gubernur nonaktif Aceh

PNA: Vonis Hakim Tidak Adil
Samsul Bahri alias Tiyong

BANDA ACEH - Pengurus Partai Nanggroe Aceh (PNA) angkat bicara terkait putusan atau vonis 7 tahun penjara terhadap Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf yang telah dibacakan oleh hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/4) malam.

Ketua Harian PNA, Samsul Bahri alias Tiyong dalam keterangan tertulisnya mengatakan, mencermati putusan majelis hakim terhadap Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh Irwandi Yusuf, pihaknya bersama segenap pengurus dan kader PNA se-Aceh merasa hakim telah berlaku tidak adil dalam memutus perkara tersebut.

“Hakim telah bersikap kurang lebih sama dengan jaksa penuntut umum (JPU). JPU sebelumnya telah mengajukan tuntutan dengan mengabaikan fakta persidangan. Terutama keterangan para saksi yang dihadirkan sendiri oleh penuntut umum,” tulisnya.

Begitu juga dengan majelis hakim yang tidak menjadikan fakta persidangan sebagai landasan utama untuk memutus perkara dengan seadil-adilnya.

“Kalau fakta persidangan tidak menjadi pertimbangan hukum, untuk apa menghadirkan puluhan saksi dengan masa sidang berbulan-bulan? Toh pada akhirnya majelis hakim hanya memenuhi hasrat KPK untuk menghukum Pak Irwandi,” tegasnya.

Melihat fakta tersebut, pihaknya mempertanyakan independensi majelis hakim Tipikor dalam memutus perkara yang membelit pendiri PNA tersebut.

“Menyikapi vonis yang telah dijatuhkan hakim, kami berharap Pak Irwandi mengajukan banding. Beliau harus memperjuangkan haknya sebagai warga negara dalam mendapatkan keadilan,” saran Tiyong.

Menurutnya, ada banyak kejanggalan yang harus dibongkar di hadapan pengadilan tingkat banding. Atas putusan itu, Tiyong pun mengimbau segenap kader PNA dan masyarakat Aceh.

“Menyikapi status Pak Irwandi yang telah divonis bersalah oleh pengadilan, kami meminta kepada segenap kader PNA dan seluruh masyarakat Aceh agar terus memberi dukungan moril serta mendoakan beliau,” kata Tiyong dalam keterangan tertulisnya kepada Serambi, Senin (8/4) malam.

Bagaimana pun, lanjut Tiyong, Irwandi adalah gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat Aceh dan telah banyak berjasa dalam membangun Aceh. “Khusus untuk pengurus dan kader PNA di seluruh Aceh kami meminta untuk tetap solid dalam bekerja memenangkan PNA dalam pileg yang tinggal sepekan lagi,” ujarnya.

Menurut Tiyong, cara terbaik untuk meneruskan perjuangan Irwandi dalam mewujudkan visi “Aceh Hebat” adalah dengan mengirimkan wakil PNA sebanyak-banyaknya ke DPRA dan DPRK di seluruh Aceh.

“Karena PNA adalah partai yang secara ideologis merupakan kanal politik terbaik untuk memperjuangkan segenap cita-cita Irwandi Yusuf terhadap kemajuan Aceh. Tentu saja kami akan bekerja sama dengan seluruh stakeholders yang ada di Aceh,” pungkas Tiyong. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved