Video Sempat Disaksikan 4.000 Kali

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Senin (8/4) kembali menggelar sidang perkara penyebaran video

Video Sempat Disaksikan 4.000 Kali
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
PENGADILAN Negeri Lhokseumawe kembali menggelar sidang keempat kalinya untuk perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas, Senin (8/4). 

* Sidang Penyebar Video Ma’ruf Amin Berpakaian Mirip Sinterklas

LHOKSEUMAWE – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Senin (8/4) kembali menggelar sidang perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas. Kasus itu menyeret Safwan (31), warga Nisam, Aceh Utara sebagai terdakwa.

Sidang keempat yang beragendakan pemeriksaan tiga saksi dari Polres Lhokseumawe yang dipimpin Estiono SH didampingi dua hakim anggota, Azhari SH dan Sulaiman SH. Dari keterangan saksi terungkap sebelum video tersebut dihapus, sempat ditonton 4.000-an kali.

Saksi pertama Ipda Ahmad Anugerah menyebutkan, terdakwa ditangkap pada 26 Desember 2018 setelah pihaknya mendapat informasi dari tim Cyber Mabes Polri. Video itu diduga diupload terdakwa melalui akun DS Youtube pada 24 Desember 2018 sekira pukul 10.00 WIB. Tiga jam kemudian, video tersebut dihapus kembali oleh terdakwa. Tapi sudah sempat ditonton sekitar 4.000-an kali.

Terdakwa dalam video itu berperan menggabungkan video sosok Ma’ruf Amin yang mengucapkan selamat natal, serta menggunakan baju/atribut pelaksanaan natal menyerupai sinterklas dengan video ceramah Habib Assegaf tentang larangan mengucapkan selamat natal oleh orang muslim. Setelah video itu digabungkan, kemudian terdakwa menguploadnya ke akun atas nama DS Youtube dengan judul, “Ma’aruf Amin Resmi Menjual Iman Demi Jabatan”.

Saat ditangkap, terdakwa mengaku hanya iseng. Sedangkan alasan dihapus kembali karena sangat banyak komentar yang meminta untuk dihapus. Sedangkan saksi kedua, Bripda M Hafid Arkan dan saksi ketiga, Bripda Zulfikar juga menerangkan terkait penangkapan terdakwa. Usai mendengar ketiga keterangan saksi, hakim menunda sidang hingga Senin (15/4) dengan agenda pemeriksaan saksi ahli bahasa dan ahli IT.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved