Enam Perusahaan Eksplorasi Migas

Dari 12 perusahaan yang melakukan seismic minyak dan gas (migas) di Aceh, enam diantaranya akan memulai....

Enam Perusahaan Eksplorasi Migas
IST
AZHARI IDRIS, Plt BPMA

* Di Kawasan Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya

LHOKSUKON – Dari 12 perusahaan yang melakukan seismic minyak dan gas (migas) di Aceh, enam diantaranya akan memulai tahap eksplorasi dalam waktu dekat dan juga tahun depan. Bahkan, untuk Zaratex NV sudah dalam tahap Plat Of Development (POD) di Sumur Peusangan B kawasan Lhokseumawe.

Demikian antara lain disampaikan Pelaksana Tugas (PLt) Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris menjawab Serambi, Selasa (9/4). Hal serupa juga disampaikan Azhari saat menyampaikan sambutan dalam edukasi migas y di Kampus Pascasarjana Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin (8/4). Kegiatan itu menghadirkan pemateri Fatar Yani, Mardy Gaharu dari Zaratex NV, dan Sakti Alamsyah dari Triangle Pase Inc.

Enam perusahaan tersebut adalah Triangle Pasee Inc, Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO, Repsol Spanyol, dan Renco Elang Energy. Sedangkan dua perusahaan lagi yang sedang melakukan seismic di lepas pantai Aceh yaitu Mubadala Petroleum, dan Premier Oil perusahaan asal Inggris).

“Di Aceh, sudah sekitar 30 tahun lebih tidak dilakukan survei seismic yang besar untuk mencari sumber migas terbaru, karena kita punya sejarah masa lalu. Akhirnya, baru sekarang dilakukan survei lagi di tempat yang dulu tidak pernah dilakukan. Salah satunya di Andaman, dan lokasi yang pernah kita masuk,,” ujar Azhari.

Dalam diskusi dengan para ahli geologi, mereka menyebutkan penemuan yang besar gas itu berada di Laut Andaman. Tapi benar tidaknya prediksi itu harus dilakukan pengeboran dulu. “Untuk Repsol akan melakukan pengeboran tahun depan di Andaman,” katanya. Saat ini sedang persiapan pengadaan pipa yang akan dipakai untuk pengeboran.

Untuk pengeboran sumur baru oleh Repsol, membutuhkan teknologi yang tinggi dan biaya yang cukup besar dengan taksiran mencapai Rp 1,3 triliun. Lokasi Blok III Andaman itu berada di Laut lepas Pantai Aceh dengan ke dalaman 1.500 meter. Sedangkan Renco akan melakukan pengeboran sumur baru di Aceh Timur pada Juni mendatang. Saat ini sedang persiapan mobilisasi rig.

Saat ini mereka sedang persiapan rig--instalasi peralatan untuk melakukan pengeboran--. “Untuk Triangle Pasee, Minggu lalu saya ke sana. Rig sudah semua di sana dan sekarang dipasang untuk pengeboran direncanakan pada 18 atau 19 April ini setelah pemilu,” katanya.

Sedangkan PHE akan melakukan pengeboran juga di Andaman dekat Selat Malaka yang direncanakan tahun depan. Karena, saat ini mereka sedang mempersiapkan rig. “Kalau lokasi pengeboran PHE kalau kita tarik garis lurus dekat Lhoksukon. Sedangkan Repsol dekat dengan Pidie Jaya,” ujar Azhari.

PLT Kepala BPMA, Azhari juga menyebutkan, pihaknya sudah mengajukan permintaan izin kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) supaya Zaratex NV dapat memproduksi gas di laut dekat dengan kawasan Lhokseumawe. Rencana pengembangan, pengambilan dan komersialisasi gas akan dilakukan setelah mendapat persetujuan pemerintah.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan disetujui Pak Menteri. Selain itu, juga sudah mendapat persetujuan dari gubernur. Jika sudah disetujui akan kita bangun fasilitasi produksi di laut yang berjarak 6 mil dari Lhokseumawe,” katanya. Pengeboran sudah dilakukan beberapa waktu dan Zaratex sudah memastikan ada gas di lokasi tersebut.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved