Ini Perusahaan yang Sedang Tahap Eksplorasi Migas di Aceh

Akhirnya baru sekarang dilakukan survei lagi di tempat-tempat yang dulu tidak pernah dilakukan...

Ini Perusahaan yang Sedang Tahap Eksplorasi Migas di Aceh
Serambi
Diskusi soal migas di Kampus Pascasarjana Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin (8/4/2019). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Sebanyak enam dari 12 perusahaan minyak dan gas (migas) yang masuk ke Aceh sedang dan akan memulai tahap eksplorasi dalam waktu dekat dan juga tahun depan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (PLt) Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) Azhari Idris menjawab Serambinews.com, Selasa (9/4/2019).

Baca: Sang Anak Tak Kerjakan PR, Ayah Ini Tega Siksa Putrinya Berumur 5 Tahun hingga Tewas

Hal serupa juga disampaikan Azhari saat menyampaikan sambutan dalam edukasi migas yang diadakan di Kampus Pascasarjana Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin (8/4). Kegiatan itu menghadirkan pemateri Fatar Yani, Mardy Gaharu dari Zaratex NV dan Sakti Alamsyah dari Triangle Pase Inc.

Enam perusahaan tersebut adalah Triangle Pasee Inc, Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO, Repsol, Renco Elang Energy. Sedangkan dua perusahaan lagi yang sedang melakukan seismic di lepas pantai Aceh, yaitu Mubadala Petroleum, dan Premier Oil (perusahaan asal Inggris).

Baca: Lahir Anak Laki-laki Pertama, Ketua Partai Demokrat Abdya Ini Berikan Nama Sandiaga untuk Anaknya

“Jadi di Aceh sudah sekitar 30 tahun lebih tidak dilakukan survei seismic yang besar untuk mencari sumber migas terbaru, karena kita punya sejarah masa lalu. Akhirnya baru sekarang dilakukan survei lagi di tempat-tempat yang dulu tidak pernah dilakukan. Salah satunya di Andaman, dan tempat-tempat yang pernah kita masuk, kita masuk lagi,” ujar Azhari.

Dalam diskusi dengan para ahli geologi, mereka menyebutkan penemuan gas yang besar gas itu berada di Laut Andaman, tapi benar tidaknya prediksi tersebut harus dilakukan pengeboran dulu.

Baca: Aceh Raih Peringkat 2 Destinasi Wisata Halal Indonesia

“Aceh harus menyiapkan diri dari sekarang sebelum berakhirnya dana otonomi khusus pada 2027. Meski ada berbagai wacana dengan dana tersebut, pemanfaatan sumber daya alam di sektor migas harus dioptimalkan sejak sekarang,” pungkas Azhari. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved