Kepala BNN Pusat : Pesisir Aceh Rawan Narkoba

Pesisir Aceh paling rawan terjadi pemasok narkoba. Mulai dari pantai timur Bireuen bahkan Pidie juga. Hal itu dikatakan Ketua BNN Pusat..

Kepala BNN Pusat :  Pesisir Aceh Rawan Narkoba
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Kepala BNN Pusat Komjen Pol Drs Heru Winarko (dua dari kiri) berbincang dengan Sekda Pidie Muliyadi MM (kiri) di Pendopo Bupati Pidie, Rabu (10/4/2019). 

Kepala BNN Pusat :  Pesisir Aceh Rawan Narkoba

Laporan : Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pesisir Aceh paling rawan terjadi pemasok narkoba. Mulai dari pantai timur  Bireuen bahkan Pidie juga.  Hal itu dikatakan Ketua BNN Pusat, Komjen Pol Drs Heru Winarko SH saat berkunjung ke Pendopo Bupati Pidie, Rabu (10/4/2019) petang.

Rombongan Kepala BNN Pusat itu disambut unsur Muspida Pidie di antaranya Sekda Pidie Muliyadi MM, Kapolres Pidie AKBP Andy NS Siregar SIK, Kajari Pidie Effendi SH MH. 

Baca: Pelajar Aceh Timur Bakar Rumahnya Gara-gara tak Diberi Kunci Sepeda Motor, Rumah Ludes Sepmor Hangus

Baca: Live Tausiyah Tu Sop Jeunieb pada Pengajian KWPSI di Masjid KL Banda Aceh

Baca: DPR Aceh Tolak Izin PT EMM yang Dikeluarkan Kepala BKPM

Sebelumnya rombongan ini mengunjungi Kabupaten Bireuen. Kemudian sebelum kembali ke Jakarta via Bandara SIM Blang Bintang singgah sejenak di Pendopo Bupati Pidie Rabu sore.

Tidak ada agenda khusus. Terlihat hanya bercakap-cakap di ruang tengah Pendopo dari Pukul 16.00 hingga 16.45 WIB, Rabu (10/4/2019).  

Pertemuan Kepala BNN Pusat tersebut juga ikut didampingi Kepala BNN Aceh, Kepala BNNK Pidie dan sejumlah pejabat di instansi terkait itu.

Dicegat Serambinews.com di Pendopo Bupati Pidie, Komjen Heru mengatakan, Aceh termasuk daerah rawan narkoba. Khususnya daerah pesisir.

"Melalui pinggir pantai masuknya narkoba. Di Pidie di kota-kota. Di Pidie ada enam tempat sudah kasih beritahu pada muspida supaya dibersihkan," jawabnya.

Terkait para pelaku pasca rehab diakui terus dilakukan. "Terus dibina.  Di BNNK ada namanya tim terpadu. Tinggal kita memilah mana pengguna, mana pengedar. 57 persen pemakai itu karena mau coba-coba pakai. Kalau bandar kita tindak tegas," pungkas Heru Winarko sambil berlalu.(*)

Penulis: Nur Nihayati
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved