Breaking News:

Peneliti Natural Aceh Bicara Tentang Kemandirian Perempuan Aceh di Nepal

Dua peneliti dari lembaga riset Natural Aceh, Tia Sasmita Sari dan Karla Amelia mewakili Indonesia dalam CREA Conference di Kathmandu, Nepal pada 10-1

Peneliti Natural Aceh Bicara Tentang Kemandirian Perempuan Aceh di Nepal
For Serambinews.com
Dua peneliti dari lembaga riset Natural Aceh, Tia Sasmita Sari dan Karla Amelia berswafoto di sela CREA Conference di Kathmandu, Nepal, Rabu (10/4/2019).

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dua peneliti dari lembaga riset Natural Aceh, Tia Sasmita Sari dan Karla Amelia mewakili Indonesia dalam CREA Conference di Kathmandu, Nepal pada 10-12 April 2019.

CREA Conference merupakan agenda membangun kepemimpinan feminis dan memajukan hak asasi manusia semua wanita dunia.

Informasi itu disampaikan Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja kepada Serambinews.com, Rabu (10/4/2019). Dia menyebut kedua peneliti lembaga tersebut mengangkat isu kemandirian perempuan di Aceh.

“Tia Sasmita Sari mempresentasikan keterlibatan perempuan pesisir dalam pengembangan ekonomi keluarga. Sementara Karla Amelia tentang keterlibatan perempuan disabilitas dalam perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana,” katanya.

Baca: Irwandi Yusuf: Kamu Perempuan Aceh, Istriku

Baca: VIDEO - Cukup Sudah Wanita Aceh Dibisniskan

Baca: Perempuan Aceh Dijadikan PSK

Sebelumnya, sambung Zainal, seorang peneliti dari lembaga itu yakni Puteri Handika juga menghadiri tiga kegiatan ilmiah di Thailand pada 21-29 Maret 2019.

Tujuan utama dari ketiga kegiatan itu yakni untuk mengadvokasi hasil penelitian tujuan pembanguan berkelanjutan terhadap penyandang disabilitas dan perempuan di Aceh.

Pada pertemuan partners meeting dan peoples’ forum, Putri mempresentasikan proses pelaksanaan penelitian dengan menggunakan method Theory of Change, yang terdiri dari capacity building mengenai tujuan pembangunan berkelanjutan dan hak-hak disabilitas, dan perempuan melalui seminar, focus group discussion (FGD).

“Peserta yang hadir pada workshop ini menanggapi bahwa theory of change adalah pendekatan yang bagus diterapkan untuk penelitian. Video kami juga menyampaikan pesan yang kuat tentang apa yang terjadi terhadap kondisi disabilitas di Aceh,” tukas Zainal. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved