Sayangkan Kerusuhan Demo PT EMM, Darwati: Mahasiswa Harusnya Diterima Perwakilan yang Pantas

"semestinya kalau Pimpinan di Aceh sedang tidak berada di tempat, mahasiswa harus diterima oleh perwakilan yang pantas,"

Sayangkan Kerusuhan Demo PT EMM,  Darwati: Mahasiswa Harusnya Diterima Perwakilan yang Pantas
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Irwandi Yusuf dan Darwati A Gani saling menggeganggam dalam format "salam komando" melawan ketidakadilan. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Sorotan atas kerusuhan yang terjadi dalam aksi demontrasi penolakan terhadap dikeluarkannya izin usaha pertambangan kepada PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kantor Gubernur Aceh kemarin terus bermunculan.

Kali ini sorotan dikemukakan Darwati A. Gani, istri Gubernur Aceh Non Aktif, Irwandi Yusuf yang dipostingan alam akun Instagramnya, Rabu (10/4/2019).

Baca: Ribuan Mahasiswa Mengular dari Depan Kantor Gubernur hingga Tugu Taman Ratu

Darwati menyayangkan aksi demo berujung kerusuhan. Padahal, kata Darwati, sejatinya jikapun pemimpin Aceh sedang tidak berada di tempat atau kantornya bisa saja ada perwakilan yang pantas menerima pendemo.

Dengan demikian, suasana akan bisa mendinginkan suasana yang semakin memanas.”Lalu dijadwalkan pertemuan berikutnya,” tulis Darwati

Selain itu, Darwati juga menyoroti aksi aparat keamanan. Menurut politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini, aparat keamanan tidak berhak mengusir mahasiswa dengan cara-cara yang tak manusiawi seperti memukul hingga terluka.

Baca: Terungkap Sosok Menteri Pesan Vanessa Angel Mimik-mimik Cantik, Jaksa Tak akan Panggil ke Sidang

“Belum lagi terdengar suara sumbang dari oknum ASN yang sangat tidak manusiawi.. Buat adek2 mahaswa kalian itu hebat,” kata Darwati dalam postingannya yang langsung mendapat sambutan komentar para netizen.

Berikut isi postingan Darwati A Gani, “Wajar saja mahasiswa melakukan aksi demonstrasi untuk menolak izin Tambang PT EMM, tp sangat kita sayangkan sampai terjadi kerusuhan, semestinya kalau Pimpinan di Aceh sedang tidak berada ditempat, mahasiswa harus diterima oleh perwakilan yang pantas, sehingga bisa mendinginkan suasana yg semakin memanas dan dijadwalkan kembali untuk pertemuan selanjutnya...

Aparat keamanan tidak berhak mengusir mahasiswa dengan cara2 yang tidak manusiawi. Mengejar dan memukuli sampai ada yang terluka.. Belum lagi terdengar suara sumbang dari oknum ASN yang sangat tidak manusiawi.. Buat adek2 mahaswa kalian itu hebat, memilih menyuarakan penderitaan rakyat dengan cara kalian. Tetap berdirilah dengan tegak untuk terus menyuarakan suatu kebenaran dengan keyakinanmu.. Teruskan perjuangan kalian adek2... tetap semangat,” https://www.instagram.com/p/BwD5Ce7FnQY/

Baca: Ustadz Adi Hidayat Bongkar Capres Pilihan UAS dan UAH, Begini Reaksi Spontan Ustadz Abdul Somad

Hingga berita ini diunggah, postingan Darwati sudah dilike 1.414 netizen dan 85 komentar. Darwati turut mengunggah empat video aksi demo mahasiswa termasuk saat kerusuhan terjadi. penolakan terhadap pemberian izin tambang untuk PT Emas Mineral Murni (EMM) terus disuarakan.

Selasa (9/4) kemarin ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh menggelar aksi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh. Demo tersebut berujung rusuh.

Aparat keamanan terlihat beberapa kali melepas tembakan gas air mata ke arah massa. Ekses dari kerusuhan itu, 18 pot bunga ukuran besar hancur, beberapa bagian pagar besi roboh, kaca di tiga pos jaga pecah, termasuk kaca dekat pintu masuk Kantor Gubernur Aceh, hingga televisi di pos jaga ikut rusak.

Baca: Grup Band Apache dan Imum John, Hibur Massa Kampaye PA Langsa Sore Ini

Tak hanya itu, beberapa mahasiswa juga terluka, bahkan ada yang kepalanya bocor. Beberapa mahasiswa juga ada yang pingsan akibat terkena gas air mata.

Sekadar informasi, izin usaha pertambangan operasi produksi PT EMM dikeluarkan oleh BKPM RI pada 19 Desember 2017 silam. Luas izin yang diberikan mencapai 10.000 hektare (ha) yang mencakup dua kabupaten, yaitu di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya dan Pegasing, Aceh Tengah. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved