Tolak Tambang Emas di Gayo, Amanat Surati Presiden dan Menteri

Kali ini, bukan dilakukan dengan berunjuk rasa, tetapi Aliansi Masyarakat Adat Menolak Tambang (Amanat) melayangkan surat kepada Presiden Ri, serta ke

Tolak Tambang Emas di Gayo, Amanat Surati Presiden dan Menteri
Ist
Koordinator LSM Jang-Ko, Maharadi memegang surat yang dilayangkan kepada Presiden RI, serta ditujukan kepada sejumlah menteri terkait dengan penolakan kehadiran tambang di daerah itu, Selasa (10/4/2019). 

Tolak Tambang Emas di Gayo, Amanat Surati Presiden dan Menteri

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Penolakan terhadap rencana penambangan emas oleh PT Linge Mineral Resources di sejumlah kampung di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, masih terus bergulir.  Kali ini, bukan dilakukan dengan berunjuk rasa, tetapi Aliansi Masyarakat Adat Menolak Tambang (Amanat) melayangkan surat kepada Presiden Ri, serta ke sejumlah kementrian terkait.

Baca: Demo Mahasiswa Tolak PT EMM, Ketua Komisi I Azhari Cagee Kecam Tindakan Polisi

Baca: DPR Aceh Tolak Izin PT EMM yang Dikeluarkan Kepala BKPM

Baca: Ketua Komisi II DPRA Nurzahri: PT EMM tak Pernah Kantongi Izin dari Pemerintah Aceh

Adapun isi surat yang dilayangkan oleh Amanat, berisi tentang penolakan serta permintaan pencabutan izin tambang PT Linge Mineral Resources yang akan melakukan aktifitas penambangan emas di Kecamatan Linge. “Kami sudah mengirim surat kepada presiden serta kepada sejumlah menteri,” kata Koordinator LSM Jang-Ko, Maharadi melalui pers releasenya yang diterima Serambi, Rabu (4/10/2019) malam.

Selain untuk presiden, lanjut Maharadi, surat berisi penolakanya penambangan juga dilayangkan untuk Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Pertanian, Kementrian BUMN serta sejumlah lembaga lingkungan nasional serta internasional. “Kami mendesak, presiden, kementrian terkait, serta Pemerintah Aceh, bisa mencabut izin PT Linge Mineral Resource,” tegasnya.

Dia sebutkan, keberadaan tambang, selain merusak lingkungan serta mencemari air dengan limbah, juga kehadiran tambang tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat. Apalagi, lokasi penambangan berada   di kawasana bersejarah tempat bersemayam raja-raja Linge. “Kami tidak ingin daerah bersejarah ini, dirusak. Begitu juga dengan lingkungan disana,” pungkasnya.(*)

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved