Truk Sampah Kerap Mogok, Upaya Jemput Sampah belum Maksimal di Pidie

Menurutnya, saat ini restribusi sampah untuk rumah Rp 10 ribu per bulan dan toko Rp 15 ribu per bulan

Truk Sampah Kerap Mogok, Upaya Jemput Sampah belum Maksimal di Pidie
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Petugas kebersihan memasukkan sampah dalam truk di kawasan Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Selasa (9/4/2019). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Jemput sampah di rumah warga menggunakan truk belum maksimal di Pidie.

Sampah yang dijemput petugas menggunakan 12 truk, di rumah tersebar di kecamatan di Pidie.

Namun, aktivitas jemput sampah terganggu karena mobil pengakut sampah sering mogok.

"Truk angkut sampah berjumlah 12 unit, saat ini hanya satu truk sampah yang baru bantuan Dinas PUPR Aceh. Sementara truk angkut sampah yang lain sudah tua sehingga sering rusak," Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pidie, Muslim, kepada Serambinews.com, Selasa (9/4/2019).

Baca: Dana Desa 2020 akan Disalurkan 60 Persen pada Tahap Pertama, Ini Kriteria yang Harus Dipenuhi

Ia mengatakan, truk yang rusak rata-rata telah berusia 10 hingga 11 tahun. Truk itu menjemput sampah mulai pukul 07.30 WIB, di rumah warga dan toko.

Khusus Kecamatan Kota Sigli, kata Muslim, dinas juga becak roda tiga berjumlah tujuh unit yang menjemput sampah di 22 gampong.

"Dengan adanya becak tiga roda ini membantu kita menjemput sampah di Kota Sigli," jelasnya.

Ia menambahkan, idealnya truk penjemput sampah 15 unit. Tahun ini, Pemkab melalui dana Otsus akan membeli dua truk dengan anggaran Rp 900 juta dan satu pikap Rp 250 juta.

Baca: Anies Baswedan Membebaskan Pajak PBB Veteran dan Pejuang Kemerdekaan Hingga 3 Generasi

" Mudah-mudahan dengan tambahan tiga mobil, aktivitas jemput sampah akan maksimal," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini restribusi sampah untuk rumah Rp 10 ribu per bulan dan toko Rp 15 ribu per bulan.

Tapi, kesadaran warga membayar restribusi sampah, hingga kini masih rendah. 

" Kita harus menyiapkan satu truk penjemput sampah yang dibuang warga sembarangan," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved