Jaksa Tangani Kasus Dana Gampong Pulo Siblah

Kantor Cabang Kejari (Kacabjari) Sakti menangani dugaan kasus korupsi dana desa di Gampong Pulo Siblah

Jaksa Tangani Kasus Dana Gampong Pulo Siblah
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Kepala Kacabjari Sakti, Muhammad Kadafi. 

SIGLI- Kantor Cabang Kejari (Kacabjari) Sakti menangani dugaan kasus korupsi dana desa di Gampong Pulo Siblah, Kecamatan Tiro/Truseb, Pidie. Dana desa berjumlah Rp 680 juta pada 2016, tetapi kekurangan anggaran pada pelaksanaan pembangunan proyek fisik dan belanja barang fiktif.

Kepala Kacabjari Sakti, Muhammad Kadafi SH, Rabu (10/4) mengatakan masih melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi dana desa di Gampong Pulo Siblah, Kecamatan Tiro/ Truseb, dengan anggaran Rp 680 juta.

Disebutkan, 18 saksi telah diperiksa, terdiri dari aparatur gampong yang terlibat mengelola dana desa tahun 2016. “Saat ini, pemeriksaan saksi masih kita lakukan untuk melengkapi berkas perkara,” ujarnya di sela-sela pemusnahan barang-bukti (BB) narkotika di kantor tersebut.

Dia menjelaskan, penyidik menangani kasus dana gampong tersebut berawal dari laporan warga, sehingga hasil penyidikan ditemukan adanya dugaan korupsi.

Dikatakan, dugaan korupsi dilakukan pada pembangunan satu unit sarana tempat mandi, cuci dan kakus (MCK). Pembangunan talut dan peningkatan gedung serba guna. Disebutkan, pekerjaan konstruksi tersebut adanya kelebihan dana saat dilakukan perhitungan anggaran dan kekurangan membayar pajak, selain terjadi kekurangan pelaksanaan pertanggungjawaban.

Muhammad Kadafi mengatakan adanya beberapa item pengadaan barang yang tidak sesuai dengan pengeluaran atau belanja barang fiktif. “Misalnya pembelian kereta sorong, pengadaan dua, tapi, dibeli satu. Juga item pengadaan lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan belum menetapkan tersangka, karena masih menunggu turunnya hasil audit dari Inspektorat Pidie. Dia beralasan hasil audit menjadi alat bukti untuk menetapkan tersangka yang terlibat dalam kasus dana desa.

“Mudah-mudahan, Isnpektorat Pidie cepat mengeluarkan hasil audit. Sebab, kasus dana desa yang kita tangani merupakan tunggakan perkara 2018. Untuk penanganan dana desa tahun 2019, kita masih pada tahap klarifikasi,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Inspektorat Pidie, Mustafal Kamal SH MHum, yang dihubungi Serambi, kemarin, menyebutkan, hasil audit dana desa milik Gampong Pulo Siblah belum final. Petugas telah turun ke gampong tersebut untuk mengumpulkan data sekaligus mengambil keterangan dari masyarakat.

Dikatakan, laporan hasil pemeriksaan (LHP) belum bisa diekspos Inpektorat Pidie, karena Inspektorat harus teliti dan detail mengaudit dana desa tersebut. Apalagi Ispektorat Pidie juga mengaudit dana desa lainnya. “ Insya Allah, minggu depan hasil audit dana desa itu telah final,” pungkasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved