KIP Pidie Sosialisasi Pemilu, Rusak atau Keliru Coblos, Cuma Sekali Boleh Diganti Surat Suara

Sesuai amanah PKPU, petugas KPPS dapat memberikan surat suara rusak sebagai ganti atau pemilih yang keliru keliru coblos hanya satu kali.

KIP Pidie Sosialisasi Pemilu, Rusak atau Keliru  Coblos, Cuma Sekali Boleh Diganti Surat Suara
Serambi
ASISTEN 1 Setdakab Pidie, Barul Walidin, memasukkan kertas suara pada simulasi pencoblosan Pemilu digelar KIP Pidie di Alun-alun Sigli, Kamis (11/4/2019). SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI 

Laporan Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie menyosialisasikan cara mencoblos pemilu legislatif maupun pemilihan presiden kepada warga di Alun-alun, Kota Sigli, Kamis (11/4/2019).

Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggara KIP Pidie, Fuadi Yusuf, mengatakan simulasi untuk proses pematangan kepada pemilih menjelang hari H Pemilu pada Rabu depan, 17 April 2019.

Baca: Penyiram Air Keras Belum Terungkap, Novel: Pernyataan Saya Setahun 8 Bulan Lalu Ternyata Benar

"Ada 250 pemilih masyarakat setempat kita undang. Kemudian kita juga undang Forkopimda menggunakan DPTb (daftar pemilih tambahan) dan DPK (daftar pemilih khusus)," jelasnya.

Ditanya bagaimana jika surat suara rusak, atau keliru mencoblos, apa boleh diganti? Fuadi mengatakan, sesuai amanah PKPU, petugas KPPS dapat memberikan surat suara rusak sebagai ganti atau pemilih yang keliru keliru coblos hanya satu kali.

Baca: KIP Aceh Tengah Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

Sementara itu, di Pidie lokasi TPS mencapai 1.380 titik termasuk di tiga di rumah sakit dan tiga di lembaga pemasyarakatan.

Di sisi lain, KIP Pidie tidak menggelar sosialisasi ke gampong, sebab arahan KIP Provinsi supaya digelar daerah terdekat, tetapi mengundang semua lapisan.

"Anggaran terbatas, jumlah diundang juga seperti tersebut di atas, KIP Pidie, anggarannya sama dengan Kota Sabang yang hanya dua kecamatan. Sedangkan Pidie memiliki 23 kecamatan dan 730 gampong," katanya.

Baca: Penderita HIV/AIDS di Subulussalam Bertambah, Ini Jumlah yang Terdeteksi Saat Ini

Selanjutnya, sesuai amanah PKPU tentang pemilih yang memiliki keterbatasan bisa membawa serta pendamping. Si pendamping wajib merahasiakan isi surat suara yang dicoblos.

Selanjutnya, dijelaskan, sesuai surat edaran PKPU tidak ada namanya pemilih sakit jiwa, di bawah umur, orang gila tidak boleh memilih.

"Yang ada pemilih tuna grahita memiliki keterbelakangan tapi paham. Untuk data itu kami cek kembali. Saya tidak hafal jumlahnya," kata Fuadi.

Sosialisasi pemilihan ini dilakukan melibatkan semua petugas Pemilu termasuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sosialisasi dilakukan mulai dari cara mencoblos hingga terakhir penghitungan suara. (*)

Penulis: Nur Nihayati
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved