Pemilik 40 Amunisi ke Jaksa

Polres Aceh Barat pada Rabu (10/4) kemarin, menyerahkan pria Z (27), selaku tersangka kasus kepemilikan 40 butir

Pemilik 40 Amunisi ke Jaksa
SERAMBI/RIZWAN
KBO Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu P Pangabean (kiri) bersama personel menyerahkan pria Z, pemilik 40 butir amunisi aktif dalam kasus dugaan perampokan ke Kejari Aceh Barat, Rabu (10/4). 

* Berkas Kasus Sudah P-21

MEULABOH - Polres Aceh Barat pada Rabu (10/4) kemarin, menyerahkan pria Z (27), selaku tersangka kasus kepemilikan 40 butir amunisi (peluru) aktif ke Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten setempat. Penyerahan tersangka dan barang bukti (BB) dilakukan setelah berkas kasus itu dinyatakan lengkap atau P-21.

Setelah dilakukan pemeriksaan kembali oleh tim jaksa, tersangka Z yang merupakan warga sebuah desa di Aceh Barat kemudian kembali ditahan dan dititip di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Meulaboh. Sebelumnya, pria ini ditahan di sel Mapolres setempat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui KBO Reskrim, Iptu P Pangabean kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, penyerahan tersangka dan BB itu setelah berkas kasus tersebut dinyatakan lengkap. Kasus ini, jelasnya, akan diteruskan ke Pengadilan Negeri (PN) oleh jaksa untuk persidangan. “Tersangka dan BB telah diserahkan penyidik ke jaksa,” katanya.

Dijelaskan Iptu P Pangabean, dalam kasus itu jumlah tersangka hanya satu orang, yakni pria Z itu sendiri sebagaimana hasil pemeriksaan dan penyelidikan intensif. Sebab, dalam mengungkap kasus tersebut, penyidik telah meminta keterangan sejumlah pihak, bahkan termasuk melakukan uji balistik terhadap peluru aktif itu di Laboratorium Forensik (Labfor) di Medan, Sumatera Utara. “Jadi, hasil penyidikan, jumlah tersangka tidak bertambah, hanya satu orang,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat pada Rabu (6/3) Subuh, berhasil menangkap Z (27), pria asal sebuah desa di kabupaten itu yang diduga sebagai pemilik 40 amunisi (peluru) aktif kaliber 5,56 x 45 mm yang disita polisi pada Senin (4/3) malam. Kepemilikan peluru aktif itu terungkap tak sampai 2x24 jam setelah polisi mendalami keterlibatan Z dalam rencana perampokan terhadap Bripka F, saat personel Polres Aceh Barat itu melintas di kegelapan malam Jalan Generasi, Seuneubok, Meulaboh, Aceh Barat.

Untuk menghindari perampokan, Bripka F berduel dengan pria yang menguntitnya tersebut, hingga membuat pria yang belakangan terungkap berinisial Z, warga Aceh Barat, lari tunggang langgang. Bahkan, saat lari ke dalam hutan, tersangka Z meninggalkan semua miliknya termasuk sepeda motor. Setelah dibuka jok sepeda motor dan sebuah tas diperoleh sejumlah BB yakni, amunisi 40 butir peluru aktif, selembar bendara bintang bulan, satu buah borgol, satu magazen, dan dua kartu satgas.

Di antara barang bukti (BB) yang diamankan polisi dari pria Z (27) itu, juga terdapat sebuah baju kaus berwarna merah bertuliskan ‘Petugas Pendopo Bupati Aceh Barat’. Selain kaus oblong, juga terlihat sebuah kartu ATM Mandiri yang di bagian depannya tercetak nama Ramli MS.

Terkait dengan peluru atau amunisi yang disita dari tersangka Z tersebut, usai diuji ternyata merupakan peluru aktif dengan kaliber 5,56 x 45 mm jenis jacket. Selain peluru, juga diuji di Labfor magazen yang diperoleh jenis magazen M-16. Atas kepemilikan peluru aktif itu, tersangka Z dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved