Penyiram Air Keras Belum Terungkap, Novel: Pernyataan Saya Setahun 8 Bulan Lalu Ternyata Benar

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menyinggung soal pernyataannya di media hampir dua tahun lalu terkait penyerangan yang menimpa dirinya.

Penyiram Air Keras Belum Terungkap, Novel: Pernyataan Saya Setahun 8 Bulan Lalu Ternyata Benar
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

SERAMBINEWS.COM, KELAPA GADING - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menyinggung soal pernyataannya di media hampir dua tahun lalu terkait penyerangan yang menimpa dirinya.

Novel mengingatkan bahwa sekira satu tahun delapan bulan yang lalu ia pernah berkata bahwa kasus penyiraman air keras yang ia alami tidak bakal terungkap.

Tepat dua tahun peristiwa itu terjadi Kamis (11/9/2019) hari ini, pelaku penyiraman air keras terhadap Novel memang belum juga diungkap, apalagi ditangkap.

"Saya masih ingat kurang lebih satu tahun delapan bulan yang lalu itu saya sudah menyampaikan ke publik, ke media-media bahwa penyerangan kepada saya tidak akan diungkap," kata Novel saat ditemui di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca: Belum Selesai Kasus #JusticeForAudrey, Beredar Video Bullying Siswa SD di Manado Tampar Temannya

Baca: Genap Dua Tahun Kasus Novel Belum Terungkap, Ini Kata Istana

"Dan ternyata itu benar, sampai sekarang tidak diungkap bahkan langkah kecil pun yang menunjukkan untuk pengungkapan, nggak terlihat," sambungnya.

Sebagai penyidik senior KPK yang juga pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu, Novel menilai kasus seperti ini sejatinya bisa diungkap secara tuntas.

Novel mengaku kecewa dan menganggap tim gabungan yang ditugaskan mengungkap dalang di balik penyerangan terhadapnya tidak serius.

"Artinya, kalo mau dibilang semua butuh proses, saya paham. Saya penyidik, saya ngerti. Tapi ketika langkah-langkah sama sekali tidak ada, menunjukkan untuk dilakukan itu hanya sekadar saya melihat apapun lah itu yang tidak menunjukkan ada progres, maka itu tentunya mengecewakan," kata Novel.

Baca: Penderita HIV/AIDS di Subulussalam Bertambah, Ini Jumlah yang Terdeteksi Saat Ini

Baca: H-6 Jelang Pilpres 2019, 8 Lembaga Survei Menangkan Jokowi, 4 Survei Prabowo Unggul

Baca: 6 Hari Jelang Pilpres 2019, Berikut Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandi

Novel pun berharap Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk menyelesaikan kasus yang dianggapnya sudah menemui jalan buntu ini.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved