Walhi Gugat Izin PT EMM - Pagi Ini PTUN Jakarta Bacakan Putusan, Sidang Mulai Pukul 09.00 WIB

Walhi melawan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selaku pihak yang menerbitkan SK pemberian izin usaha pertambangan untuk PT EMM.

Walhi Gugat Izin PT EMM - Pagi Ini PTUN Jakarta Bacakan Putusan, Sidang Mulai Pukul 09.00 WIB
SERAMBI/M ANSHAR
MAHASISWA dari berbagai universitas di Aceh melakukan demonstrasi menolak pemberian izin tambang PT EMM di halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/4). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (11/4/2019) akan membacakan putusan terkait gugatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional bersama Walhi Aceh dan warga terhadap pemberian izin tambang PT Emas Mineral Murni.

Dalam perkara ini, Walhi melawan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selaku pihak yang menerbitkan SK pemberian izin usaha pertambangan untuk PT EMM atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Baca: BREAKING NEWS - Besok, PTUN Jakarta Putuskan Nasib PT EMM Terkait Izin Tambang Emas di Aceh

Baca: Tuntuk Cabut Izin EMM, Ratusan Mahasiswa Bermalam di Kantor Gubernur

Baca: Nova: Saya Cabut pun Rekomendasi PT EMM tak akan Batalkan Izinnya

Baca: Nova Sibuk Urusi Proyek Listrik, Netizen Sentil di Medsos: Ketika Rakyat Bersuara Kau Malah Sembunyi

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur kepada Serambinews.com, mengatakan saat ini pihaknya sudah berada di Jakarta untuk mendengarkan putusan majelis hakim setelah melewati serangkaian persidangan.

"Sidang dijadwalkan pukul 09.00 nanti," katanya menjawab Serambinews.com.

Sebelum putusan dibacakan, Muhammad Nur berharap masyarakat Aceh memberikan doa agar putusan atas gugatan yang meminta izin eksplorasi tambang emas oleh PT EMM seluas 10.000 hektare di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya dan Pegasing, Aceh Tengah segera dicabut.

Baca: Sayangkan Kerusuhan Demo PT EMM, Darwati: Mahasiswa Harusnya Diterima Perwakilan yang Pantas

Baca: Demo Mahasiswa Tolak Izin PT EMM Ricuh, FPI Aceh: Plt Gubernur jangan Lari dari Tanggung Jawab

Baca: Ini 14 Kronologi Penerbitan Izin Tambang Emas PT EMM di Nagan Raya yang Memicu Protes Mahasiswa

Baca: VIDEO - Demo Penolakan PT EMM di Banda Aceh Ricuh, Tembakan Gas Air Mata Bubarkan Massa

"Kita minta pengadilan untuk memihak pada kepentingan lingkungan dan sumber kehidupan rakyat Aceh. Jangan lagi memutuskan perkara dengan menyampingkan kepentingan hidup orang banyak," kata Muhammad Nur.

Walhi Aceh bersama mahasiswa, lanjutnya, telah melakukan berbagai strategi demi kepentingan sumber kehidupan atas air dan pertanian yang cukup produktif.

Sementara tambang hanya akan mengeruk dan menghancurkan hutan dan lahan secara otomatis bekas tambang tidak pernah akan bisa digunakan untuk kepentingan sumber kehidupan, sekalipun banyak pihak menyelatakan bisa di gunakan sebagai tempat wisata.

"Tentu itu bukan harapan warga Beutong dan Aceh Tengah karena jaminan itu hanya janji palsu yang belum pernah terjadi di republik ini," ungkap dia.

Baca: FOTO-FOTO: Kecewa Tak Ketemu Plt Gubernur Aceh, Mahasiswa Bongkar Paving Blok Kantor Gubernur

Baca: Ini Reaksi Mantan Presma UIN Ar-Raniry Terkait Aksi Demo PT EMM

Baca: Tanggapi Demo PT EMM, YARA Ingatkan Soal Pentingnya Investasi

Karena itu, dia meminta doa masyarakat Aceh dan mendukung pergerakan mahasiswa yang sedang berlangsung saat ini di Kantor Gubernur Aceh untuk menolak hadirnya perusahaan tambang emas tersebut di Aceh.

"Publik harus paham ini masalah serius yang akan dihadapi masyarakat Beutong Ateuh dan Aceh Tengah, bukan sekedar bicara investasi sesaat yang menguntung kelompok kecil. Tapi ini masalah sumber kehidupan rakyat yang tak akan pernah tergantikan apabila semua akan dikeruk demi setumpuk emas," pungkasnya.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved