Eksperimen Kontroversial China, Ciptakan Kera Berotak Pintar Layaknya Manusia Berevolusi

Para ilmuwan itu menciptakan beberapa kera transgenik dengan tambahan gen manusia yang diduga berperan dalam membentuk kecerdasan manusia.

Eksperimen Kontroversial China, Ciptakan Kera Berotak Pintar Layaknya Manusia Berevolusi
South China Morning Post
Eksperimen Kontroversial China, Ciptakan Kera Pintar Layaknya Manusia Berevolusi? 

SERAMBINEWS.COM - Kecerdasan manusia adalah hal yang berpengaruh sepanjang evolusi manusia itu sendiri.

Ini adalah proses dari perjalanan yang dimulai jutaan tahun yang lalu dan mengarah pada perkembangan otak yang lebih besar dengan kemampuan baru yang menakjubkan.

Hingga akhirnya bisa berdiri tegak, mengolah pertanian, dan menciptakan peradaban, sementara sepupu primata kita tetap tinggal di pepohonan.

Sekarang para ilmuwan di China selatan melaporkan bahwa mereka telah mencoba untuk mempersempit kesenjangan evolusi.

Baca: Julian Assange Terancam Diekstradisi Ke Amerika Serikat

Para ilmuwan itu menciptakan beberapa kera transgenik dengan tambahan gen manusia yang diduga berperan dalam membentuk kecerdasan manusia.

"Ini adalah upaya pertama untuk memahami revolusi kognitif manusia menggunakan model kera transgenik," kata Bing Su, ahli genetika di Institut Zoologi Kunming yang memimpin penelitian sebagaimana dilansir Technology Review, Rabu (10/4/2019).

Eksperimen yang dijelaskan pada tanggal 27 Maret dalam jurnal Beijing, National Science Review, dan pertama kali dilaporkan oleh media Tiongkok, masih jauh dari menunjukkan dengan tepat rahasia pikiran manusia atau mengarah pada pemberontakan primata yang cerdas.

Sebagai gantinya, beberapa ilmuwan Barat, termasuk yang berkolaborasi dalam upaya tersebut, menyebut eksperimen itu sebagai tindakan gegabah.

Baca: BREAKING NEWS - Ratusan Linmas Kota Langsa Tuntut Penambahan Honor Pengamanan Pemilu

Mereka juga etika pemodifikasi genetika itu.

"Penggunaan kera transgenik untuk mempelajari gen manusia yang terkait dengan evolusi otak adalah jalan yang sangat berisiko," kata James Sikela, seorang ahli genetika yang melakukan studi perbandingan di antara primata di University of Colorado.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved