Jurnalisme Warga

Menyentuh Langit di Puncak Pantan Terong

MALAM itu terdengar suara gemuruh dari langit, pertanda hujan bakal mengguyur kota kediamanku

Menyentuh Langit di Puncak Pantan Terong
IST
CHAIRUL BARIAH, Kepala Biro Umum Universitas Almuslim Peusangan dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Takengon, Aceh Tengah 

Seusai menyeruput kopi beberapa saat, aku dan keluarga melanjutkan perjalanan wisata menuju puncak bukit dengan keindahan alam yang luar biasa. Aku sudah beberapa kali ke sana, tapi kali ini terasa beda, sebab keluarga kecilku ikut serta. Pantan Terong, itulah nama lokasi puncak bukit yang kami tuju. Di sana, kita dapat melihat Danau Lut Tawar yang diapit oleh pegunungan. Sungguh memamerkan kebesaran Sang Pencipta.

Sebelum mencapai Pantan Terong, di kaki bukit ada sebuah desa yang kami lalui, yakni Desa Daling, Kecamatan Bebesen. Seorang anakku sempat berkata, “Bunda, kita bisa pegang langit ya di atas sana,” begitu liar imajinasinya. Tersentak aku dan keluarga lainnya mendengar celotehannya itu dan kami spontan tertawa sehingga suasana dingin menjadi hangat.

Jarak menuju Pantan Terong ±7 km, dapat ditempuh selama 20 menit dari Takengon melewati jalan aspal hotmix yang cukup bagus dan lebar. Namun, jalannya berliku dan menanjak. Dibutuhkan nyali dan skill mengemudi yang di atas rata-rata. Di sepanjang jalan terhampar kebun kopi warga yang menambah indahnya panorama alam nan asri. Akhirnya, lelahku terbayarkan ketika sampai di puncak bukit Pantan Terong.

Inilah puncak bukit tertinggi yang berpenghuni di dalam kawasan Takengon sebagai tempat destinasi wisata dengan ketinggian ± 1.830 meter di atas permukaan laut. Pemandangannya begitu menakjubkan dengan udaranya yang begitu dingin. Di bagian sisi barat terbentang luas Danua Lut Tawar, hamparan sawah, dan kubah Masjid Agung Ruhama di tengah kota Takengon yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Tengah.

Di sebelah selatan terdapat lapangan Belang Bebangka, tempat pacuan kuda tradisional sering dihelat. Sementara itu, di sebelah utara terlihat panorama gunung berapi Burni Telong yang begitu megah di Kabupaten Bener Meriah. Juga terlihat Bandara Rembele. Tak ada kata lain yang terucap selain memuji kebesaran Allah. Persis seperti yang tertuang di dalam Surah Ar-Rahman: Nikmat mana lagi dari Tuhanmu yang kamu dustakan?

Pantan Terong itu merupakan bahasa Gayo yang artinya Puncak atau Bukit Terong. Dulu, puncak ini banyak ditumbuhi pohon terong untuk sayuran, sehingga masyarakat di sini menyebutnya bukit dengan tanaman terong. Pada 17 Agustus 2002, bertepatan dengan peringatan HUT ke-57 Kemerdekaan RI, Bupati Aceh Tengah saat itu, Drs Mustafa M Tamy MM meresmikan lokasi tersebut sebagai titik awal pembangunan wisata di Aceh Tengah dan diprakarsai oleh istrinya, Hj Nilawati.

Berdiri di Pantan Terong yang juga dikenal sebagai Puncak Alkahfi, mengingatkan aku pada tempat wisata Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, dengan hamparan kebun teh yang luas bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 meter dari permukaan laut. Suhu udara di sana hampir sama dengan di Pantan Terong, yakni 17-27 derajat Celsius. Bagi teman-teman yang ingin berwisata ke Pantan Terong sebaiknya pakailah baju tebal atau bawa jaket, karena udara di tempat ini benar-benar dingin.

Berada di puncak Pantan Terong dapat menghilangkan penat dan melupakan sejenak rutinitas kerja yang melelahkan. Di sini udaranya sangat segar, pemandangannya indah, dan mampu menggugah semangat hidup kita. Lokasi wisata ini memang berbeda jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya karena semuanya masih alami. Kita pun bisa membeli sayur-sayuran segar langsung di kebunnya.

Udara dingin dalam gulungan kabut berisi air embun langsung menyentuh kulit, bahkan saat berbicara “asap” ke luar dari mulut kita. Itulah yang kita alami saat berada di puncak Pantan Terong. Keindahannya membuat aku dan keluarga enggan beranjak. Tapi karena waktu makan siang telah tiba, kami pun harus meninggalkan Pantan Terong dengan sejuta kenangan yang tak terlupakan. (chairulb06@yahoo.com)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved