Aceh Provinsi dengan Kasus Narkoba Tertinggi, BNN Ajak Unsyiah Bangun Generasi Antinarkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia mengajak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk sama-sama memberantas narkoba dengan membangun..

Aceh Provinsi dengan Kasus Narkoba Tertinggi, BNN Ajak Unsyiah Bangun Generasi Antinarkoba
IST
KEPALA BNN RI, Komjen Heru Winarko (kanan) memberikan bingkisan hasil P4GN melalui Program Alternative Development di Aceh, seperti Kopi Gayo, Bubuk Kunyit Aslam, Handycraf dan lainnya kepada Director Administrative and General Affairs Division, Tatsuo UEDA dari Badan Narkotika Jepang saat delegasi kedua negara itu bertemu di Vienna, Austria, Kamis (14/3/2019). 

Aceh Provinsi dengan Kasus Narkoba Tertinggi, BNN Ajak Unsyiah Bangun Generasi Antinarkoba

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia mengajak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk sama-sama memberantas narkoba dengan membangun generasi antinarkoba.

Hal itu disampaikan Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko dalam kuliah umum bertema 'Membangun Generasi Milenial yang Antinarkoba' di Aula Fakultas MIPA kampus tersebut, Kamis (11/4/2019).

Baca: Ribuan Massa PKB Sesaki Kampanye Khairullah di Tangse, Empat Caleg Ditampilkan

Baca: Jebol Saat Demo Tolak PT EMM, Kini Kantor Gubernur Aceh Kembali Dipagar Darurat

Baca: Keruk Kekayaan Alam Aceh, Jangan Ciptakan Konflik Baru, Mantan Wagub Tanggapi Aksi Penolakan PT EMM

Heru Winarko menyampaikan bahwa Aceh merupakan provinsi dengan kasus pengedaran dan penggunaan narkoba tertinggi di Tanah Air. Namun sayangnya, pusat rehabilitasi bagi para korban narkoba masih sangat minim.

"Semua elemen bangsa baik pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha harus berkomitmen, berpartisipasi, dan bersinergi untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, dunia terancam dengan peredaran narkoba jenis NPS. Narkoba tersebut memiliki 803 jenis, yang mana 74 di antaranya beredar di Indonesia.

Di samping itu, kejahatan siber (cyber crime) dalam transaksi narkoba juga semakin ramai. Heru menyebutkan, ada tiga cara pengedaran narkoba berbasis siber yaitu surface web market yang dilakukan melalui media sosial dan website, deep web market peredaran melalui jaringan internet tersembunyi, dan cryptomarket atau transaksi menggunakan crypto currency melalui internet.

Maka dari itu, Heru berharap perguruan tinggi dapat berperan mengedukasi dan membimbing masyarakat terkait ancaman serta bahaya narkoba.

Sementara Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan, jumlah pengguna narkoba di kalangan remaja terus meningkat setiap tahun. Butuh strategi dan inovasi, kata Samsul, dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba yang menjadi tantangan besar saat ini.

“Kami siap bekerja sama dengan pihak manapun untuk memerangi narkoba. Hal utama yang Unsyiah lakukan adalah menjaga para mahasiswa bersih dari narkoba,” demikian Samsul.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved