Akan Dibawa ke dalam Dengar Pendapat DPR

Anggota DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub MM memandang serius penolakan mahasiswa dan masyarakat Aceh terhadap PT Emas Mineral Murni

Akan Dibawa ke dalam Dengar Pendapat DPR
SERAMBI/M ANSHAR
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersalaman dengan demonstran sambil memperlihatkan surat pernyataan menolak PT EMM yang sudah ia tanda tangani di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4) sore. 

BANDA ACEH - Anggota DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub MM memandang serius penolakan mahasiswa dan masyarakat Aceh terhadap PT Emas Mineral Murni (EMM) sehingga harus direspons untuk mencarikan jalan penyelesaian yang seharusnya.

Untuk itu, Muslim berjanji akan membawa masalah PT EMM ini ke dalam dengar pendapat di DPR RI bersama jajaran yang berwenang mengeluarkan kebijakan sehingga PT EMM mengantongi izin untuk melakukan usaha pertambangan di Aceh.

Muslim menduga, munculnya unjuk rasa yang massif di Aceh menolak beroperasinya PT EMM mengindikasikan bahwa sebelum memperoleh izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kelayakan usaha PT tersebut tidak didahului dengan kajian-kajian teknis dan sosiologis yang mendalam sehingga kesannya izin yang dimiliki PT EMM terlalu dipaksakan.

“Saya juga akan sampaikan masalah ini ke pihak penegak hukum, dalam hal ini ke Polri, agar keberadaan PT EMM di Aceh harus ditinjau ulang keberadaannya. Hukum harus ditegakkan tanpa pilih kasih agar penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan baik,” kata sarjana hukum yang juga politisi PAN ini.

Jangan terulang
Sementara itu, mantan wakil gubernur Aceh, Muhammad Nazar SAg mengingatkan Pemerintah Aceh harus berlajar dari kasus ExxonMobil yang hanya meninggalkan kesedihan dan pelanggaran HAM pada masa konflik bersenjata di Aceh.

“Jangan sembaranganlah mengeruk kekayaan alam di Aceh seperti yang akan dilakukan di Beutong Ateuh Banggalang karena hal itu bisa memicu terjadinya pemberontakan kembali,” ungkap Muhammad Nazar, mantan aktivis, menanggapi terjadinya gejolak penolakan kehadiran PT EMM di Aceh. (dik/c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved