Breaking News:

Jambret Kambuh Lagi di Bireuen, Tas Wanita Dibawa Kabur

Kasus jambret menimpa kaum ibu setelah reda beberapa bulan lalu kini kambuh lagi di Bireuen, kali ini menimpa wanita karyawan salah satu usaha ponsel

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Jalimin
Ist
ilustrasi 

Jambret Kambuh Lagi di Bireuen, Tas Wanita Dibawa Kabur

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kasus jambret menimpa kaum ibu setelah reda beberapa bulan lalu kini kambuh lagi di Bireuen, kali ini menimpa seorang wanita  karyawan salah satu usaha Ponsel di Bireuen terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (12/04/2019) atau saat listrik padam di ruas jalan nasional  kawasan  Blang Bladeh, Jeumpa Bireuen. Satu tas wanita, uang Rp 700 ribu serta berbagai surat penting lainnya termasuk ATM melayang. 

Baca: Sedang Jadi Sorotan KPK, Kabag TU Ingatkan Pegawai Kemenag Aceh tak Lakukan Pungli

Baca: SPUM Ladong Terbakar, Empat Ruangan Hangus Termasuk Ruang Keuangan

Baca: 1.076 Sertifikat Gratis Dibagikan

Informasi diperoleh Serambinews.com  dari Tarmizi ST bersama orang tua korban bernama  Saiful (45) mengatakan, kemarin malam anaknya bernama Jumita Sari (20) pulang dari Bireuen berboncengan dengan adiknya bernama  Maliza (15) dengan sepeda motor jenis Scoopy.

Setiba di kawasan depan Makodim 0111/Bireuen dan saat itu listrik sedang padam, satu sepeda motor mendekat dan menyerempet korban. Dalam waktu hitungan detik satu tas yang disandang Jumita langsung ditarik, korban berteriak seketika sekaligus mengejar pelaku.

Pelaku tancap gas ke arah barat Blang Bladeh dan masuk ke ruas jalan desa  depan MIN Blang Bladeh. “Ada sejumlah pengendara mengejar pelaku, namun pelaku cepat menghilang melalui ruas jalan desa,” ujar Tarmizi.

Dugaan korban dan orang tua korban, penyambret mungkin sudah membututi dari Bireuen sehingga mencari lokasi sepi dan baru  beraksi, kemudian kabur ke ruas jalan desa. Tarmizi menambahkan, kasus jambret sering terjadi di kawasan Teupok, kawasan jualan jagung maupun Blang Bladeh, pelaku beraksi saat kondisi ruas jalan sepi atau kawasan sedikit gelap.

“Seperti kemarin malam, lampu padam, ruas jalan agak sepi, maka pelaku melakukan aksinya dan kabur,” ujar Tarmizi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved