Masuki Masa Tenang, Panwaslih Abdya Imbau Caleg dan Timses tak Kampanye di Media Sosial

Selama ini banyak peserta melakukan kampanye di media sosial, mengingat mudah dilakukan dan sejauh ini jadi pilihan praktis bagi para peserta

Masuki Masa Tenang, Panwaslih Abdya Imbau Caleg dan Timses tak Kampanye di Media Sosial
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslih Abdya, Rismanidar MA 

Laporan Rahmat Saputra l Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Barat Daya (Abdya) mengimbau calon legislatif dan tim sukses tidak melakukan kampanye di media sosial pada masa tenang.

"Mulai besok kampanye Pemilu 2019 sudah berakhir. Setelah itu, seluruh peserta pemilu dilarang memanfaatkan hari tenang untuk melakukan kampanye," ujar Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslih Abdya, Rismanidar MA kepada Serambinews.com, Sabtu (13/4/2019).

Menurutnya, selama ini banyak peserta melakukan kampanye di media sosial, mengingat mudah dilakukan dan sejauh ini jadi pilihan praktis bagi para peserta Pemilu 2019 untuk berkampanye.

Baca: Timses Caleg DPR RI Kedapatan Bagikan Beras di Bireuen, Memilih Kabur Saat Ditangkap Warga

Baca: Relawan Prabowo-Sandi Konvoi Damai Kelilingi Kota Banda Aceh

Baca: Ayah dan Anak Ini Jual Organ Tubuh Berpenyakit, dari Hepatitis Hinggga HIV

Selain itu, Rismanidar meminta seluruh alat peraga kampanye (APK) pada masa tenang juga harus diturunkan.

"Kita berharap, seluruh peserta Pemilu bisa mematuhi aturan selama masa tenang kampanye," tegasnya.

Bahkan, katanya, pada masa tenang itu Panwaslih Abdya akan melibatkan Panwascam dan Pengawas Pemilu Desa (PPD) untuk memperketat pengawasan di masa tenang Pemilu 2019.

Hal itu, katanya, sebagai antisipasi ‘serangan fajar’ saat masa tenang. Salah satu upaya pencegahan yang bakal dilakukan Panwaslih ialah patroli pengawasan.

"Masa tenang pemilu 2019 itu berlangsung 14 April (besok-red) hingga 16 April 2019," terangnya.

Menurutnya, politik uang saat memasuki tahapan minggu tenang memang menjadi kerawanan, dan pihaknya memastikan pengawasan dan penindakan di masa tenang akan lebih tegas ketimbang masa kampanye.

Dia tambahkan, bagi setiap orang yang melakukan kampanye di masa tenang, berarti telah melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang ditetapkan oleh Undang-Undang Pemilu maupun Peraturan KPU.

"Bagi yang melamggar, peserta pemilu itu bisa diberikan sanksi sebagaimana disebut dalam Pasal 492 Undang-Undang Pemilu dan Pasal 276 ayat (2), dengan ancaman pidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta," pungkasnya.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved