Ulama Bukan untuk Dipengaruhi

Ulama Aceh yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (Huda), Tgk HM Yusuf A Wahab yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb mengatakan

Ulama Bukan  untuk Dipengaruhi
IST
Tgk HM Yusuf A Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop

BANDA ACEH - Ulama Aceh yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (Huda), Tgk HM Yusuf A Wahab yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb mengatakan, dalam bernegara ada dua komponen yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan, yaitu ulama dan umara (pemerintah).

Menurut Tu Sop, kehadiran ulama dalam pemerintahan untuk memengaruhi pemangku kebijakan bukan untuk dipengaruhi oleh kepala daerah. Artinya, ulama hadir untuk memengaruhi kebijakan-kebijakan untuk kebaikan bagi umat dan bangsa.

“Kehadiran ulama ini yang perlu kita jelaskan. Kalau ulama punya ilmu atau pemikiran, hadirnya pasti pada posisi memengaruhi, bukan dipengaruhi. Menasihati bukan diajak-ajak atau digiring-giring,” kata Tu Sop dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (12/4).

Dalam acara itu, Tu Sop didampingi Pimpinan Markaz Al Ishlah Aziziyah Tgk Bulqaini Tanjungan, Ketua Pemenangan Prabowo-Sandi Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, Ketua Partai Gerindra Aceh TA Khalid, dan Ketua Bapilu Partai Gerindra Aceh, TM Ali Bahar SH.

Dalam kesempatan itu, Tu Sop menjelaskan posisi ulama Aceh dalam pemilihan presiden (pilpres). Tu Sop mengatakan, sebanyak 26 ulama Aceh telah sepakat mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Ke-26 ulama Aceh, yaitu Tgk H Muhammad Amin (Abu Tumin), Tgk H Usman Ali (Abu Kuta Krueng), Tgk H Muhammad Daud Ahmad (Abu Lueng Angen), Tgk H Muhammad Ali (Abu Paya Pasi), Tgk H Judin Tahmad Lc (Gayo Lues), Tgk HM Yusuf A Wahab (Tu Sop Jeunieb).

Selain itu, Tgk H Syekh Marhaban Adnan (Waled Bakongan), Tgk H Bukhari Hasan (Ayah Leuge), Tgk H Hasballah Ali (Abu Keutapang), Tgk H Mustafa Ahmad (Abu Paloh Gadeng), Tgk H Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), dan Tgk H Bulqini Tanjungan (Banda Aceh).

Berikutnya adalah Tgk H Ramli Ben Cut (Abati Babah Buloh), Tgk H Abdul Manan (Blang Jruen), Tgk Muslim Qamaruddin (Aceh Jaya), Tgk H Abdurrahman Badar (Aceh Barat Daya), Tgk H Abu Hasan (Abi Batu Korong), Tgk Fauzi Abubakar (Nagan Raya), Tgk Razali Manyak (Abi Razali).

Tak terkecuali Tgk H Syeh Muhajir Usman SAg LLM, Tgk H Mahmuddin Usman (Aceh Barat), Tgk H Abi Hanifah (Sinabang), Tgk H Basarinur (Kutacane), Tgk H Muhammad Ja’far (Abi Lhok Nibong), Ustaz mansur Subulussalam, dan Tgk Muslim At Thahiri dari Front Pembela Islam (FPI) Aceh.

Kesepakatan itu terjadi, kata Tu Sop, setelah Prabowo-Sandi menerima nota kesepahaman pokok pikiran ulama Aceh yang dibuktikan dengan tanda tangan. Ada sembilan poin kesepakatan yang diajukan untuk dijalankan Prabowo-Sandi jika terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved