Citizen Reporter

Budi Daya Buah-buahan Super di Utara Malaysia

BUAH-BUAHAN telah dikonsumsi sejak lama oleh manusia karena memiliki nilai sebagai bahan pangan maupun bahan

Budi Daya Buah-buahan Super di Utara Malaysia
IST
RIZKI AZHARI, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Perlis, Malaysia

OLEH RIZKI AZHARI, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Perlis, Malaysia

BUAH-BUAHAN telah dikonsumsi sejak lama oleh manusia karena memiliki nilai sebagai bahan pangan maupun bahan industri. Di dalam buah mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, mineral hingga terpen, dan terpenoid.

Setiap jenis buah memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda, tapi ada beberapa jenis buah yang digolongkan ke dalam buah super. Hal ini disebabkan oleh kandungan gizi dari buah tersebut yang sangat tinggi. Contoh buah super itu adalah buah tin dan buah gac.

Buah tin tentu sudah tak asing lagi di telinga kita karena keberadaan buah ini telah disebutkan di dalam Alquran, khususnya pada Surah Attin, surah ke-95 Alquran. Buah ini memiliki kandungan vitamin, mineral, dan fitonutrien yang baik untuk tubuh. Vitamin yang terkandung di dalam buah tin, antara lain, vitamin A, C, E, K, dan vitamin B kompleks.

Pada daging buah tin terdapat juga kandungan mineral yang meliputi tembaga, kalium, zat besi, mangan, magnesium, kalsium, zinc, sodium, dan selenium. Sedangkan buah gac dijuluki buah dari surga, memiliki kandungan vitamin A lebih tinggi daripada wortel dan mengandung likopen serta rendah gula. Jadi, sangat baik untuk penderita diabetes melitus.

Potensi yang dimiliki buah tersebut cukup tinggi sehingga buah-buahan ini mulai dikembangkan di Superfruits Valley, Perlis, lengkapnya di Perlis Indera Kayangan, salah satu negara bagian di wilayah utara Malaysia. Kebun buah-buahan super ini dirintis tahun 2016 dengan luas lahannya 25 ha. Selain buah tin dan buah gac di sini juga dikembangkan tanaman lemon, markisa, dan finger lime. Keberadaan saya di sini bukan untuk mau beli buah dalam partai besar, melainkan untuk berlatih membudidayakan buah tin dan buah-buah super lainnya karena akan dikembangkan di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh.

Unsyiah punya rencana akan mengembangkan usaha unggulan pertanian berupa buah-buahan super ini untuk bisnis Unsyiah sebagai badan layanan umum (BLU) dan tanaman buah itu sekarang sudah mulai ditanam.

Ditambah jadi 60 ha
Pada tahun 2019 ini luas lahan untuk pengembangan tanaman tin di Superfruits Valley, Perlis ini akan ditambah hingga 60 ha. Perluasan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi buah tin karena selama ini produksinya belum mampu memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi.

Untuk penyiraman dan pemupukan tanamannya semua dilakukan secara otomatis. Setiap greenhouse dilengkapi sensor untuk memberikan informasi terkait jumlah air, kelembaban, suhu, dan tingkat cahaya matahari yang masuk ke dalam greenhouse. Dengan adanya informasi tersebut maka pertumbuhan tanaman akan semakin mudah dikontrol. Di sisi lain kita dapat memberikan apa yang tanaman butuhkan berdasarkan analisis data dari sensor tersebut sehingga tanaman nantinya akan berproduksi secara maksimal.

Superfruits tidak bekerja sendiri dalam mengembangkan tanaman buah supernya, tetapi juga bekerja sama dengan pabrik-pabrik yang ada di Perlis untuk membuat berbagai jenis produk yang berbahan dasar dari buah-buahan super tersebut. Misalnya, buah tin yang telah berhasil diolah dalam berbagai produk, seperti wafer tin, serum tin, ice cream tin, dan susu berperisa tin. Hadirnya produk-produk tersebut tentu akan menambah nilai jualnya dibanding saat buah tersebut hanya dijual dalam bentuk segar.

Buah-buah super tadi bukan tidak mungkin bisa dikembangkan di Aceh, mengingat tanah di Aceh cukup subur dan lahan untuk areal pertanian pun masih sangat luas. Obsesi inilah yang mendasari Unsyiah mengutus saya dan sejumlah mahasiswa lainnya ke Perlis untuk mempelajari lebih detail tentang teknik pembudidayaan buah tin dan buah-buahan super lainnya. Apalagi Unsyiah punya kebun percontohan di Darussalam dan baru-baru ini mendapat tambahan lahan yang sangat luas (2.183 hektare) untuk pengembangan Kampus II Unsyiah di wilayah Aceh Besar, membentang di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Darussalam, Baitussalam, dan Kecamatan Mesjid Raya.

Bayangkan kalau Unsyiah dan Aceh umumnya mampu memproduksi buah-buah super tersebut, tentulah pendapatan petani akan meningkat karena harga jual buahnya sangat tinggi. Maka, kita harus ke luar dari zona nyaman, terutama pada bidang pertanian yang selama ini kita hanya fokus pada tanaman sawit. Padahal, masih banyak tanaman lain yang memiliki harga jual tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan di Aceh. Ya, bisa saja obsesi besar itu kita capai bersama dan dimulai dari Kebun Percontohan Unsyiah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved