KIP Ingatkan Peserta Pemilu Tertibkan APK

Sejak pukul 00.00 WIB Minggu (14/4) malam, masa kampanye terbuka dan kampanye dalam bentuk apapun

For Serambinews.com
Komisioner KIP Aceh, Akmal Abzal 

* Hari Ini Dimulai Masa Tenang

BANDA ACEH - Sejak pukul 00.00 WIB Minggu (14/4) malam, masa kampanye terbuka dan kampanye dalam bentuk apapun bagi semua peserta Pemilu 2019 telah berakhir. Selanjutnya, tahapan Pemilu 2019 memasuki masa tenang, terhitung sejak 14-16 April 2019 atau selama tiga hari sebelum hari pencoblosan 17 April 2019.

Selama masa tenang, semua peserta Pemilu 2019 dilarang melakukan kampanye dalam bentuk apapun, kampanye terbuka, tatap muka, dan juga pertemuan-pertemuan terbatas. Tak hanya itu, para peserta Pemilu 2019 juga diminta untuk segera membongkar atau menertibkan semua alat peraga kampanye (APK) yang selama ini dipasang di daerah pemilihan masing-masing kontestan.

“Semua alat peraga kampanye peserta Pemilu 2019 harus dibuka, masa kampanye telah berakhir. Selanjutnya masuk masa tenang selama tiga hari, jadi kita mengimbau agar semua APK ditertibkan, karena tidak boleh ada lagi di masa tenang ini,” kata Komisioner KIP Aceh, Akmal Abzal kepada Serambi, kemarin.

Menurut Akmal, semua peserta Pemilu 2019 wajib membersihkan semua APK di semua tempat yang telah dipasang sebelumnya, hal itu sesuai dengan PKPU Nomor 23 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Dan, Akmal menyarankan, APK-APK tersebut baiknya diturunkan oleh masing-masing peserta Pemilu 2019.

“Jika tidak, pasti akan ditertibkan oleh Satol PP atau Panwaslih. Jadi kita ingatkan untuk segera dibongkar sendiri, mana tahu APK-APK tersebut masih bisa digunakan,” jelasnya.

Tak hanya kampanye terbuka, pertemuan tatap muka, dan APK yang tidak dibolehkan lagi selama masa tenang ini, menurut Akmal, kampanye di media sosial yang selama ini gencar dilakukan oleh para caleg juga tidak dibolehkan lagi. “Aktivitas apapun, berkampanye di media cetak, elektronik, dan media daring, termasuk media sosial juga tak boleh lagi,” kata Akmal.

Akmal mengatakan, Panwaslih Aceh akan memantau hal tersebut, jika kedapatan, sesuai dengan aturan Panwaslih akan mengambil tindakan. Dia mengingatkan para caleg agar tidak melanggar aturan yang telah disebutkan dalam PKPU tersebut. “Kita harap ini dipatuhi. Jangan sampai masa tenang itu dimanfaatkan untuk kampanye, nanti akan berisiko kepada kontestan itu sendiri,” ujar Akmal Abzal.

Dalam keterangannya, Akmal Abzal juga mengingatkan, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan politik uang yang dilakukan oleh peserta pemilu dalam masa tenang. Dia mengingatkan, agar masyarakat tetap teguh dan yakin dengan pilihan yang telah ditetapkan selama ini.

“Harus yakin dengan pilihan masing-masing, harus berani menolak oknum-oknum yang melakukan money politics, jangan terpengaruh dengan uang dan hoaks,” ujar Akmzal Abzal.

Sementara itu, Panwaslih Aceh Besar menghimbau peserta pemilu dan masyarakat agar dapat menciptakan suasana yang kondusif penuh ketenangan, menahan diri dari segala yang dapat memancing keributan dan ketentraman bersama selama minggu tenang. Seluruh APK dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kampanye agar ditertibkan dan bersih dari segala unsur kampanye.

“Stop politik uang dan serangan fajar, menghindari segala hal yang dilarang dan melanggar sebagaimana aturan dan undang-undang pemilu yang telah ditetapkan. Jika tidak diindahkan maka Panwaslih Aceh Besar akan melakukan penindakan, baik itu pidana pemilu maupun penindakan lainnya sesuai aturan,” kata Nurhidayati, Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslih Aceh Besar.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif untuk melaporkan jika menemukan pelanggaran-pelanggaran selama minggu tenang dan saat pencoblosan nanti. “Ayo kita awasi dan memilih sesuai hati nurani, jangan golput, kepada rekan media kita juga mohon kerjasamanya, bersama rakyat awasi pemilu bersama Bawaslu untuk tegakkan keadilan pemilu,” pungkasnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved