Massa Kembali Datangi Kamp PT EMM di Beutong Ateuh, Kawal Pembongkaran Barak hingga tak Ada Sisa

Massa kembali mendatangi lokasi barak milik PT Emas Mineral Murni (PT EMM) di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (14/4/2019).

Massa Kembali Datangi Kamp PT EMM di Beutong Ateuh, Kawal Pembongkaran Barak hingga tak Ada Sisa
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Masa dari jarak jauh menyaksikan pembongkaran barak PT EMM di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (12/4/2019). 

Massa Kembali Datangi Kamp PT EMM di Beutong Ateuh, Kawal Pembongkaran barak hingga tak Ada Sisa

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Massa dalam jumah banyak kembali mendatangi lokasi barak milik PT Emas Mineral Murni (PT EMM) di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (14/4/2019).

Kedatangan massa tersebut untuk memastikan semua barak milik perusahaan itu sudah dibongkar, hingga tidak ada yang tersisa lagi di daerah itu.

Sementara para pekerja yang membongkar barak yang masih tersisa itu terus bekerja di bawah pengawalan aparat TNI, agar tidak terjadi aksi anarkis dari massa.

Sedangkan massa hanya menyaksikan dari luar kamp yang terus mendesak segera tuntas dilakukan pembongkaran. Aksi itu dilaporkan berlangsung tertib dan aman.

Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB), Nagan Raya Zakaria kepada Serambinews.com, Minggu (14/4/2019) mengatakan, warga dalam jumlah banyak kembali mendatangi lokasi kamp perusahaan PT EMM guna memastikan semua barak dibongkar.

Baca: Pembongkaran Barak Milik PT EMM di Beutong Ateuh Berlangsung Dramatis

Baca: BREAKING NEWS - PT EMM Tinggalkan Beutong Ateuh, Semua Barak Dibongkar

Baca: Haji Uma Tanggapi Putusan PTUN Tolak Cabut Izin PT EMM, Negara belum Berpihak Kepada Rakyat Aceh

Pihaknya memberi waktu sampau Selasa (16/4/2019) besok kepada pekerja untuk menuntaskan pembongkaran.

Menurut Zakaria, lambannya pembongkaran barak tersebut karena tidak melibatakan warga.

Diakuinya, bahwa ada sebagian barak sebagai tempat penempatan peralatan satelit harus melibatkan tenaga teknisi yang harus didatangkan dari Banda Aceh untuk membongkarnya.

“Warga akan terus mengawal dari luar hingga semua barak tak ada yang tersisa lagi di Betong Ateuh Banggalang,” jelas Zakaria.

Baca: Nova Iriansyah Teken Surat Tolak Izin PT EMM, Siap Turun dari Jabatan Jika Khianati Pernyataan

Baca: Mahasiswa Beri Waktu Dua Minggu Kepada Plt Gubernur Aceh untuk Ajukan Banding Lawan PT EMM

Baca: Demo PT EMM - Seratusan Brimob dan Satpol PP Dikerahkan Kawal Pertemuan Plt Gubernur dan Mahasiswa

Para warga dalam jumlah banyak itu terus bertahan mengawasi jalanya pembongkaran hingga tuntas.

Namun hingga Minggu kemarin tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan warga dan gerakan massa itu berlangsung tertib dan aman.

Para warga dalam aksi susulan itu hanya sesekali berteriak “cepat bongkar, bongkar” yang  berlangsung di depan kamp perusahaan di jalan lintasa Beutong-Takengon.(*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved