Terorisme di Selandia Baru

Pelaku Teror Mesjid di Christchurch Brenton Tarrant Diduga Pernah Ancam Bunuh Warga Melbourne

ABC memperoleh bukti percakapan pesan Facebook antara pria yang tak bersedia disebutkan namanya itu dan Tarrant pada Agustus 2016.

Pelaku Teror Mesjid di Christchurch Brenton Tarrant Diduga Pernah Ancam Bunuh Warga Melbourne
POOL New via Sky News
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. (POOL New via Sky News) 

 Tarrant sendiri belum pernah memiliki hukuman sebelum serangan 15 Maret. Dia juga tidak masuk dalam daftar orang yang dipantau di Australia atau Selandia Baru.

Setelah serangan teror yang dia lakukan, badan keamanan dan intelijen di berbagai negara telah meneliti perjalanannya di sejumlah negara Asia dan Eropa .

Bulan lalu, Pemerintah Austria menyatakan Tarrant pernah menyumbang dana dalam jumlah besar kepada kelompok nasionalis kulit putih Identitarian Movement pada 2018.

Baca: APK Masih Bertebaran di Pidie Jaya

ABC mengungkapkan tersangka pembunuh massal ini telah mengidentifikasi targetnya dua hari melakukan aksinya. Dia memposting hal itu pada akun media sosialnya.

Postingan pada 13 Maret 2019 yang berhasil diperoleh meski akun FB-nya telah dihapus, Tarrant memposting foto masjid Al Noor.

Hal ini memicu pertanyaan baru mengenai tindakan yang bisa atau seharusnya diketahui pihak keamanan tentang serangan yang akan terjadi.

Tarrant, yang didakwa atas 50 pembunuhan, akan ditahan hingga 14 Juni dan akan menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan mental.

Artikel ini tayang pada Australia Plus Indonesia dengan judul : Pelaku Teror Christchurch Pernah Ancam Bunuh Warga Melbourne

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved