Ratusan Warga Lameu Pidie Ikut Zikir dan Tausiyah Tu Sop

Ratusan warga di dominasi kaum ibu mengikuti zikir dan tausiyah yang disampaikan Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop.

Ratusan Warga Lameu Pidie Ikut Zikir dan Tausiyah Tu Sop
For Serambinews.com
Ratusan warga mengikuti zikir dan tausiyah yang disampaikan Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop di Meunasah Lameu, Meunasah Baro, Kecamatan Sakti, Pidie, Sabtu (13/4/2019). 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ratusan warga di dominasi kaum ibu mengikuti zikir dan tausiyah yang disampaikan Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Meunasah Lameu, Meunasah Baro, Kecamatan Sakti, Pidie, Sabtu (13/4/2019).

Acara itu mengusung tema' Ramadhan dan Haul Sirul Mubtaddin.

Tgk Muhammad Yusuf A Wahab dalam tausiyahnya antara lain, mengatakan, perlunya menanam dalam hati, bahwa semua yang dimiliki manusia adalah milik sang Maha Khalik.

Sehingga, kata Tu Sop, manusia akan mencapai rasa kentrentaman hati dalam mengarungi kehidupan di dunia. Juga terhindarnya timbul rasa angkuh dan sombong di dalam hati.

Baca: Live Tausiyah Tu Sop Jeunieb pada Pengajian KWPSI di Masjid KL Banda Aceh

Baca: Tu Sop: Persaingan Antarcaleg Jadi Pemicu Politik Uang Menjelang Pencoblosan 17 April

Baca: Nanti Malam, Tu Sop Pimpin Zikir Akbar dan Tausiyah Pemilu Damai di Meureudu Pidie Jaya

Dalam kesempata itu, Tu Sop menegaskan, bahwa sogo dan orang menerima sogok hukumbya haram. Kecuali itu, kata Tu Sop, terjadi praktik politik uang dalam pemilu, dengan cara membagikan mukena, kain sarung dan sembakau.

Pemberian itu, lanjutnya, dengan harapan caleg tersebut akan terpilih dalam pileg.

"Haram hukumnya. Jika hal itu terjadi, maka akan muncul wakil rakyat atau pemimpin yang tidak baik," tegas Tu Sop.

Ia menambahkan, karekter pemimpin atau wakil rakyat yang harus dipilih, tentunya wakil rakyat atau pemimpin yang mepedulikan agama, bukan yang bisa membangun inprastruktur saja.

Untuk itu, kata Tu Sop, tengku harus terjun ke dunia politik.

"Sebab, kalau tengku tidak berpolitik, maka parlemen akan diisi oleh orang-orang jahat," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved