Uni Eropa Setujui Penundaan Brexit, Bisa Jadi Obat Kuat Bagi Poundsterling

Namun, di satu sisi Presiden Prancis Emmanuel Macron mengambil garis keras dan memaksakan perpanjangan waktu yang lebih pendek.

Uni Eropa Setujui Penundaan Brexit, Bisa Jadi Obat Kuat Bagi Poundsterling
PA
Poundsterling berada di titik terendah sejak tahun 1985 sebagai respon pasar atas keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa 

SERAMBINEWS.COM - Penundaan Brexit hingga 31 Oktober membuat poundsterling menguat terhadap rival utamanya dollar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg di pasar spot, Jumat (12/4), pasangan GBP/USD tercatat menguat 0,12% ke level 1,3074.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti mengatakan, setelah Uni Eropa menyetujui penundaan Brexit hingga 31 Oktober 2019, poundsterling bergerak menguat.

Baca: Pesawat Terbesar di Dunia Terbang untuk Pertama Kalinya

"Kebanyakan para pemimpin Eropa ingin memberikan perpanjangan yang lebih lama untuk mencegah terjadinya perubahan tenggat waktu dan pertemuan tingkat tinggi yang berulang-ulang," kata Puja, Sabtu (13/4). 

Namun, di satu sisi Presiden Prancis Emmanuel Macron mengambil garis keras dan memaksakan perpanjangan waktu yang lebih pendek.

"Dia juga ingin mengenakan kondisi-kondisi tertentu supaya bisa mencegah gangguan dari Inggris selama periode penantian perpanjangan Brexit," kata Puja.

Baca: Akibat Saling Ejek, Seorang Pemuda Bener Meriah Ditusuk di Dada

Namun, pada akhirnya Inggris tetap menjadi anggota penuh Uni Eropa termasuk berpartisipasi dalam pemilihan Parlemen Eropa di akhir Mei.

"Presiden Dewan Eropa Donald Tusk meminta Inggris tidak membuang-buang waktu sekali ini dan juga mengatakan bahwa Inggris bisa menolak artikel 50 dan membatalkan Brexit sama sekali," lanjut Puja.

Sementara, dollar AS melemah karena terus terdesak tren minat terhadap aset berisiko karena munculnya pemberitaan perang dagang AS dan China dan juga AS dengan Uni Eropa.

Selain itu, poundsterling semakin bertenaga di hadapan dollar AS karena padangan yang bercampur untuk hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) semakin meneguhkan bahwa sikap netral dari The Fed di bulan-bulan yang akan datang akan membawa turun dollar AS.

Baca: Dyah Erti: Ayo Menangkan Persaingan Global dengan Menjaga Kualitas

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved